Prediksi Jadwal Idul Adha 2026 Versi Pemerintah Muhammadiyah dan NU

Prediksi Jadwal Idul Adha 2026 Versi Pemerintah Muhammadiyah dan NU

Hari Raya Idul Adha merupakan momentum besar bagi umat Islam yang dirayakan setiap tanggal 10 Zulhijah. Dilansir dari Detikcom, penentuan tanggal hari raya kurban pada tahun 2026 menjadi perhatian karena perbedaan metode perhitungan kalender masehi.

Umat Islam melakukan ibadah kurban dengan menyembelih hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, atau unta saat Idul Adha tiba. Ibadah ini merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sebagaimana perintah-Nya.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Artinya: "Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurban lah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."

Kementerian Agama (Kemenag) RI secara resmi baru akan menetapkan tanggal Idul Adha 2026 setelah melaksanakan sidang isbat pada 17 Mei 2026. Penetapan ini sangat bergantung pada pengamatan hilal secara langsung.

"Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah. Jika ditanya kapan Idul Adha, kami mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang pada 17 Mei," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad.

Abu Rokhmad menjelaskan bahwa penentuan awal bulan Zulhijah dilakukan dengan memadukan dua metode sekaligus, yakni hisab atau perhitungan astronomi dan rukyat atau pengamatan posisi hilal. Penggabungan ini bertujuan untuk menghasilkan keputusan yang akurat.

Walaupun belum ada pengumuman resmi, Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri dan Kalender Hijriah Indonesia 2026 memprediksi Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Perkiraan ini menjadi acuan sementara bagi hari libur nasional.

Analisis Astronomi dari BRIN

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, memproyeksikan bahwa Idul Adha 1447 H akan berlangsung secara serentak di Indonesia. Berdasarkan data astronomi, posisi bulan diprediksi sudah memenuhi kriteria pada pertengahan Mei 2026.

"Insyaallah Idul Adha 1447 H seragam," kata Thomas.

Thomas menambahkan bahwa pada 17 Mei 2026, posisi hilal saat waktu Magrib sudah cukup tinggi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga hampir di seluruh dunia. Hal ini memungkinkan kriteria penetapan awal bulan terpenuhi bagi berbagai organisasi.

"Maka, KHGT (Muhammadiyah) sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi) sama dengan MABIMS (Pemerintah), awal Zulhijah 1447 sama dengan 18 Mei 2026, dan Idul Adha 27 Mei 2026," ujarnya.

Ketetapan Resmi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan keputusan resmi melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025. Organisasi ini menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026.

Dalam maklumat tersebut dijelaskan bahwa ijtimak menjelang Zulhijah terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC. Karena parameter kalender global belum terpenuhi pada hari itu, maka bulan Zulkaidah digenapkan menjadi 30 hari.

"Di seluruh dunia tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M. Hari Arafah (9 Zulhijah 1447 H) jatuh pada hari Selasa Pon, 26 Mei 2026 M. Iduladha (10 Zulhijah 1447 H) jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026 M," demikian bunyi maklumat tersebut.

Proyeksi Kalender Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kecenderungan yang sama dengan pemerintah dalam menggunakan metode Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). Keputusan final NU baru akan diambil setelah melakukan pemantauan hilal di akhir bulan Zulkaidah.

Meskipun begitu, Almanak NU memperkirakan Idul Adha 2026 jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Pendekatan rukyat yang dilakukan NU biasanya selaras dengan mekanisme sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.

Artikel terkait

Rekomendasi