Presiden Kepulauan Canary Tolak Kedatangan Kapal Pesiar MV Hondius

Presiden Kepulauan Canary Tolak Kedatangan Kapal Pesiar MV Hondius

Presiden Kepulauan Canary Fernando Clavijo menegaskan penolakannya terhadap rencana pendaratan penumpang kapal pesiar MV Hondius di wilayah kepulauan milik Spanyol tersebut guna menjaga keamanan penduduk. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan delapan suspek wabah virus yang berasal dari hewan pengerat di atas kapal.

Dilansir dari Detik Health, keputusan Clavijo memicu ketegangan dengan pemerintah pusat setelah Kementerian Kesehatan Spanyol pada Selasa (5/5) mengumumkan rencana tetap mengizinkan kapal tersebut berlabuh. Pemerintah Spanyol menilai ada tanggung jawab bantuan kemanusiaan yang harus dipenuhi terhadap para awak dan penumpang.

"Spanyol memiliki kewajiban moral dan hukum untuk membantu orang-orang ini, di antaranya juga terdapat beberapa warga negara Spanyol," ungkap pernyataan tersebut.

Pihak kementerian menambahkan bahwa prosedur medis akan diterapkan secara ketat demi memfasilitasi kepulangan para penumpang ke negara asal mereka.

"Awak kapal dan penumpang akan diperiksa, dirawat dan dipindahkan ke negara masing-masing dengan benar."

Namun, Clavijo memberikan respons keras terhadap kebijakan tersebut dan menyebutkan bahwa keputusan itu bertolak belakang dengan hasil kesepakatan teknis dengan otoritas kesehatan setempat. Ia menekankan bahwa evakuasi pasien seharusnya dilakukan menggunakan ambulans udara tanpa harus menyandarkan kapal di dermaga wilayahnya.

"Saya tidak bisa mengizinkannya masuk ke Kepulauan Canary," katanya.

Clavijo juga mempertanyakan alasan kapal tersebut tetap diarahkan ke wilayahnya, padahal pemeriksaan medis bisa dilakukan di lokasi kapal berada saat ini. Pada Rabu (6/5), tiga penumpang yang terinfeksi dilaporkan telah dievakuasi di Cape Verde untuk dibawa menuju Belanda.

"Mengapa harus membuat para penumpang ini melakukan perjalanan tiga hari ke Kepulauan Canary untuk melakukan hal yang sama di sini yang dapat mereka lakukan di Cape Verde," kata Clavijo.

Perselisihan ini mendorong Clavijo untuk menuntut pertemuan darurat dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez guna membahas langkah perlindungan wilayahnya.

"Saya tidak akan secara membabi buta membahayakan keselamatan Kepulauan Canary dengan pemerintah yang tidak bertindak loyal," ungkap Clavijo.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tiga dari delapan suspek hantavirus telah terkonfirmasi melalui pengujian laboratorium, meskipun risiko kesehatan masyarakat secara umum dinilai masih rendah.

Artikel terkait

Rekomendasi