Presiden Kuba Ancam Balas Serangan Militer Amerika Serikat

Presiden Kuba Ancam Balas Serangan Militer Amerika Serikat

Respons keras diberikan oleh Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez terhadap potensi ancaman agresi militer dari pihak Amerika Serikat (AS). Pernyataan yang dilansir dari Kompas ini menegaskan bahwa Kuba siap memicu pertumpahan darah jika Washington nekat menyerang Havana, Senin (18/5/2026).

Ketegangan antara kedua negara semakin meruncing seiring langkah agresif AS di bawah pemerintahan kedua Presiden Donald Trump. Kebijakan tekanan maksimum dari AS berimbas pada kelangkaan bahan bakar setelah pasokan minyak dari Venezuela disita oleh pihak Washington.

Kondisi pemblokiran tersebut menyebabkan jaringan energi nasional Kuba yang rapuh mulai mengalami kerusakan massal. Di tengah situasi darurat ini, pemimpin Kuba menyampaikan kecamannya melalui platform media sosial resmi mengenai ancaman dari negara adidaya tersebut.

"Ancaman agresi militer terhadap Kuba dari kekuatan militer terbesar di planet ini sudah diketahui. ancaman itu sendiri merupakan kejahatan internasional," tutur Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez.

Melalui kutipan yang diambil dari Politico, Diaz-Canel memperingatkan konsekuensi fatal jika Washington merealisasikan agresi militer tersebut. Sikap ini menjadi penegasan posisi Havana dalam menghadapi tekanan ekonomi dan militer yang terus meningkat.

"Mewujudkannya akan memicu pertumpahan darah dengan konsekuensi yang tak terhitung, serta penghancuran perdamaian dan stabilitas," tambah Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez.

Di pihak lain, Presiden AS Donald Trump secara terbuka berulang kali menunjukkan ambisinya untuk menguasai Kuba secara penuh. Pemerintah AS menilai penguasaan atas Venezuela merupakan langkah awal sebelum mengamankan wilayah pulau tersebut.

"Mengambil alih Kuba, maksud saya, apakah saya membevaskannya, mengambilnya, saya pikir saya bisa melakukan apa pun yang saya inginkan dengannya, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya," kata Presiden AS Donald Trump.

Pernyataan Trump tersebut mempertegas upaya pemaksaan perubahan rezim yang sedang diupayakan oleh pemerintahannya terhadap Kuba. Ia menganggap pengambilalihan kekuasaan atas negara kepulauan tersebut sebagai pencapaian besar.

"Saya yakin saya akan mendapat kehormatan untuk mengambil alih Kuba. Itu akan bagus. Itu kehormatan besar," lanjut Presiden AS Donald Trump.

Artikel terkait

Rekomendasi