Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Peresmian ini dilakukan guna menghormati rekam jejak Marsinah yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada November 2025 lalu, seperti dilansir dari Nasional.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi ini Sabtu 16 Mei 2026 saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur," kata Prabowo.
Setelah memberikan pernyataan, Kepala Negara menandatangani prasasti pembukaan museum bagi masyarakat umum. Prosesi tersebut disaksikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran Kabinet Merah Putih, serta pihak keluarga almarhumah Marsinah.
Presiden Prabowo kemudian meninjau bagian dalam museum yang menyimpan berbagai barang peninggalan serta mencatat riwayat hidup Marsinah. Fasilitas ini juga menampilkan diorama penobatan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional dan kisah perjuangannya dalam membela hak-hak pekerja.
"Ini ada sepeda beliau, pak, yang mengantarkan dari kos-kosan di Sidoarjo ke pabrik. Beliau naik sepeda ontel," kata Andi Gani mendampingi Presiden sembari menjelaskan barang peninggalan yang dipajang.
Menurut Presiden, keberadaan museum buruh ini menjadi sebuah momentum yang sangat jarang ditemui di berbagai belahan dunia. Tempat ini didirikan sebagai penanda atas keberanian seseorang dalam menyuarakan hak kaum pekerja yang lemah.
"Saya kira mungkin peristiwa yang langka, mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh," ungkap Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden juga menekankan bahwa kasus pembunuhan keji terhadap Marsinah seharusnya tidak pernah terjadi di Indonesia. Ia menyatakan bahwa nilai keadilan sosial pada sila kelima Pancasila wajib diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan bernegara.
"Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila," ucap Prabowo.
Di hadapan para hadirin, Presiden turut membagikan cerita saat dirinya didesak oleh organisasi-organisasi buruh untuk mengangkat figur dari kalangan pekerja menjadi pahlawan nasional. Usulan tunggal dari seluruh kelompok buruh tersebut akhirnya mengarah pada sosok Marsinah.
"Mereka satu suara semua organisasi buruh sepakat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional," tutur Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto mengaku merasa sangat terhormat karena telah menetapkan sosok Marsinah sebagai pahlawan nasional secara resmi.