Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Dalam agenda tersebut, Kepala Negara menegaskan pentingnya keadilan bagi kaum buruh sekaligus menyapa jajaran menteri yang hadir.
Saat memberikan sambutan, Kepala Negara menyoroti rekam jejak masa lalu Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat yang juga memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Momentum tersebut diwarnai kelakar dari Presiden terkait latar belakang hukum Jumhur sebelum masuk ke dalam kabinet pemerintahan.
"Menteri Lingkungan Hidup yang sekaligus Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, kok enggak pakai kaus buruh ya?" ujar Presiden Prabowo sebagaimana dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden.
Kepala Negara kemudian melanjutkan kelakarnya yang memicu tawa para hadirin di lokasi peresmian mengenai riwayat penahanan yang pernah dialami oleh sang menteri.
"Oh, kapan terakhir di penjara? Bolak-balik masuk penjara, sekarang jadi menteri," lanjut Prabowo.
Selain menyapa jajaran menterinya, Kepala Negara memberikan perhatian khusus pada sejarah perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia. Menurut Presiden, tragedi kemanusiaan yang menimpa figur buruh seperti Marsinah pada masa lalu berakar dari keserakahan pihak tertentu.
"Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi," kata Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa sistem di Indonesia menganut asas kekeluargaan sehingga tindakan eksploitatif demi keuntungan pribadi dianggap menyimpang dari prinsip bernegara. Ia menilai kasus pembunuhan tersebut dipicu oleh pemikiran buruk oknum pengusaha demi memburu keuntungan sepihak.
"Bahwa ada seorang pimpinan pengusaha yang punya pemikiran yang jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya republik kita," ungkap Prabowo.
Sebagai langkah ke depan, Presiden menyatakan komitmen pemerintah untuk menegakkan konstitusi dan dasar negara. Sektor dunia usaha turut diajak untuk menerapkan sistem ekonomi yang adil dan berbasis kekeluargaan demi kesejahteraan bersama.
"Kepada pengusaha saya mengajak, ayo bersama-sama Indonesia in cooperated, sebetulnya artinya adalah negara kekeluargaan," ujar Prabowo.