Presiden Prabowo Subianto membeli seekor sapi jenis brangus seberat 1,15 ton di Kabupaten Tangerang untuk dijadikan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Informasi mengenai pengadaan hewan kurban kepresidenan ini dilansir dari Kompas pada Sabtu (16/5/2026).
Sapi jumbo bernama Ambo tersebut merupakan hasil kawin silang antara sapi betina Brahman dan pejantan Aberdeen Angus. Hewan kurban ini dibeli dari seorang peternak asal Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, bernama Falahudin.
Sapi kurban pilihan Kepala Negara tersebut nantinya disalurkan sebagai bantuan kemasyarakatan bagi warga di wilayah Kabupaten Tangerang. Menurut Falahudin, transaksi pembelian sapi kesayangannya itu disepakati sesuai dengan harga pasar yang berlaku.
“Alhamdulillah, saya merasa bangga dengan terpilihnya sapi jenis brangus, ini punya saya, terpilih oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bangga sekali saya. Merasa bahagia yang luar biasa dalam hidup saya,” kata Falahudin.
Falahudin menjelaskan bahwa sapi berusia empat tahun tersebut telah dirawat sejak berumur 1,5 tahun dengan pengawasan kesehatan yang ketat. Hewan ternak ini secara berkala menerima obat cacing serta pemeriksaan laboratorium guna memastikan kesehatannya tetap terjaga.
“Darah sudah dicek, kotoran sudah dicek. Setiap tiga bulan sekali di sini pun rutin dikasih obat cacing. Jadi kondisi dalam kondisi prima, sehat,” ucap Falahudin.
Pemilik sapi juga menambahkan bahwa pertumbuhan berat badan Ambo tergolong sangat cepat selama masa pemeliharaan. Berkat perawatan optimal tersebut, sapi brangus ini berhasil mencapai bobot maksimal dan menarik perhatian pihak kepresidenan.
“Selama mengurusnya, pertumbuhan Ambo sangat pesat,” tutur Falahudin.
Atas kualitas fisik dan kesehatan yang prima, Presiden Prabowo Subianto bersedia menebus sapi kurban tersebut dengan nilai ratusan juta rupiah dari sang peternak.
“Dibeli harga pasaran biasa, kisaran Rp110 juta,” ungkap Falahudin.
Berdasarkan rencana yang telah disusun, sapi Ambo akan didistribusikan ke pusat pemerintahan daerah pada hari pelaksanaan Iduladha. Setelah prosesi penyerahan resmi selesai, hewan kurban tersebut segera dipindahkan ke fasilitas pemotongan setempat.
“Insyaallah mau dibawa ke Masjid Al-Amjad, Tigaraksa,” kata Falahudin.