Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan serta ruang edukasi terhadap sejarah perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia yang digerakkan oleh almarhumah.
Pembangunan fasilitas edukasi ini menjadi puncak dari rangkaian penghormatan negara terhadap Marsinah, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Catatan sejarah yang dilansir dari Nasional menunjukkan bahwa aktivis buruh perempuan asal Nganjuk tersebut ditemukan meninggal penuh luka di kawasan hutan Desa Jegong pada 8 Mei 1993 silam.
Komitmen pemberian gelar kehormatan ini bermula saat Kepala Negara menghadiri acara peringatan bersama para pekerja di Jakarta tahun lalu. Peristiwa pembunuhan yang belum tuntas di masa Orde Baru tersebut menggerakkan pemerintah untuk memberikan kepastian status hukum adat tertinggi bagi sang aktivis.
"Marsinah jadi pahlawan nasional, asal seluruh pimpinan buruh mewakili kaum buruh, saya akan mendukung Marsinah akan menjadi pahlawan nasional," tegas Prabowo pada peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Monas, Jakarta, 1 Mei 2025 silam.
Pernyataan tersebut diwujudkan pemerintah melalui upacara resmi kedinasan beberapa bulan setelahnya di ibu kota. Marsinah secara sah ditetapkan sebagai pahlawan di bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan pada momentum hari pahlawan.
"Tiga, almarhumah Marsinah tokoh dari Provinsi Jawa Timur," ujar Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana saat membacakan penganugerahan gelar pahlawan nasional, saat itu.
Pemberian anugerah tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Negara kepada ahli waris yang hadir di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (10/11/2025). Dalam prosesi khidmat itu, dedikasi almarhumah dijabarkan kembali di depan para undangan.
"Pahlawan bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan. Marsinah adalah simbol keberanian, moral, dan perjuangan HAM dari kalangan rakyat biasa," ujar narator di Istana.
Prosesi kemudian berlanjut dengan realisasi pembangunan infrastruktur memorial di tanah kelahiran sang aktivis. Acara peresmian museum dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, tokoh serikat pekerja, serta masyarakat setempat.
βDan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi ini Sabtu 16 Mei 2026 saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur,β ujar Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube Setpres, Sabtu.
Setelah pembacaan pernyataan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menandatangani prasasti peresmian. Penandatanganan ini disaksikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan pihak keluarga almarhumah Marsinah.