Pria Laporkan Calon Istri ke Polisi Akibat Gelapkan Tabungan Nikah dan Emas

Pria Laporkan Calon Istri ke Polisi Akibat Gelapkan Tabungan Nikah dan Emas

Seorang pria memutuskan untuk melaporkan calon istrinya ke pihak kepolisian atas dugaan penggelapan uang tabungan pernikahan serta aset perhiasan emas sejak November 2025. Dilansir dari Suara, tindakan tersebut berujung pada pembatalan rencana pernikahan yang seharusnya berlangsung pada Mei 2026.

Aksi dugaan penggelapan ini baru terungkap pada April 2026, tepat satu bulan sebelum hari pernikahan diselenggarakan. Akibat peristiwa tersebut, korban tidak hanya mengalami kerugian materiil yang besar, tetapi juga kehilangan kepercayaan terhadap pasangannya.

Kisah pilu ini menjadi viral di media sosial setelah sang pria membagikan pengalamannya. Ia terkejut saat mengetahui bahwa saldo di rekening tabungan bersama yang mereka kumpulkan hanya menyisakan uang sebesar Rp29 ribu.

Pria tersebut menjelaskan bahwa kejanggalan dalam pengelolaan dana bersama sudah mulai terjadi sejak November 2025. Namun, perkara tersebut baru terendus menjelang hari pernikahan mereka.

"Uangnya dipake apa nggak tahu masih teka-teki. Dilihat mutasi rekening koran, uangnya sudah hilang sejak November 2025. Dan ketahuan April, H-1 bulan menikah," tulisnya.

Sebelum mendeteksi hilangnya dana tersebut, korban sempat melangsungkan prosesi lamaran pada Desember 2025. Saat itu, ia sama sekali tidak menyadari bahwa sebagian besar tabungan pernikahan mereka telah raib.

Selain kehilangan uang tunai, korban juga mendapati bahwa sejumlah barang berharga telah dipindahtangankan. Logam mulia berupa emas senilai Rp30 juta yang dipersiapkan untuk pernikahan diduga telah digadaikan oleh sang kekasih.

Bukan hanya emas untuk perkawinan, perhiasan milik ibu kandung pria tersebut dikabarkan turut menjadi sasaran penggadaian tanpa izin.

"Emas untuk nikah digadaikan dari bulan Januari 2026. Ketahuannya bulan April 2026 sebulan sebelum nikah," ungkapnya.

Pada awalnya, sang pria menaruh kecurigaan bahwa pasangannya melakukan perselingkuhan. Dugaan tersebut patah setelah ia memeriksa laporan keuangan dan menemukan masalah utama pada penyelewengan dana oleh orang yang dipercayainya.

"Tidak hanya kehilangan ratusan juta rupiah. Aku juga kehilangan waktu dan kepercayaan. Yang paling sakit? Dia adalah cinta pertamaku tapi juga orang pertama yang menghancurkanku," ujarnya.

Berdasarkan riwayat hubungan mereka, korban sudah mengenal perempuan yang berstatus sebagai mahasiswi jurusan kesehatan itu sejak tahun 2022. Perempuan tersebut awalnya tinggal di rumah kos milik orang tua korban.

Jalinan asmara mereka dimulai pada tahun 2023 hingga akhirnya sepakat untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Selama masa berpacaran, sang wanita dikenal memiliki kepribadian yang baik dan manis.

Pihak keluarga pria bahkan mengizinkan perempuan tersebut menempati fasilitas kos tanpa memungut biaya. Hal ini yang membuat korban menaruh kepercayaan penuh tanpa ada rasa curiga.

Kepercayaan yang dibangun seketika runtuh ketika tabungan habis total tanpa kejelasan. Hingga saat ini, pihak perempuan dilaporkan masih memilih bungkam mengenai tujuan penggunaan uang yang hilang tersebut.

"Tidak dijelaskan juga sampai saat ini mereka masih bungkam. Kami belum tahu semua uang yang hilang itu diperuntukkan untuk apa," tambahnya.

Merasa dirugikan secara materiil dan emosional, pria tersebut memilih membatalkan pernikahan dan menyerahkan kasus ini ke kepolisian. Kisah ini menjadi viral setelah diunggah kembali oleh akun Instagram @lambe_turah.

Artikel terkait

Rekomendasi