Hutama Karya Targetkan Hunian Senen Rampung Sebelum 15 Juni 2026

Hutama Karya Targetkan Hunian Senen Rampung Sebelum 15 Juni 2026

PT Hutama Karya (Persero) melaporkan kemajuan pembangunan Hunian Senen di Jakarta Pusat telah mencapai 99,04 persen per 28 April 2026. Capaian ini membuat fasilitas hunian sementara bagi warga bantaran rel di Kelurahan Kramat tersebut berpotensi selesai lebih awal dari target 15 Juni 2026.

Proyek ini merupakan langkah nyata dalam menyediakan tempat tinggal yang lebih manusiawi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di pusat kota. Sebagaimana dilansir dari Kompas, percepatan pengerjaan dilakukan guna merespons kebutuhan mendesak warga yang selama ini menetap di area pinggiran rel kereta api.

Plt Executive Vice President Sekretaris Hutama Karya, Hamdani menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan adalah menghadirkan solusi cepat bagi para penghuni. Pihaknya menerapkan sistem kerja nonstop untuk memastikan kualitas tetap terjaga meski durasi pengerjaan dipercepat.

"Percepatan pembangunan bukan sekadar soal mengejar tanggal selesai, tetapi bagaimana menghadirkan solusi lebih cepat bagi masyarakat yang selama ini tinggal di bantaran rel," ucap Hamdani.

Hamdani menambahkan bahwa efisiensi pengerjaan didukung oleh tenaga kerja yang kompeten serta pengawasan mutu yang ketat di lapangan. Hal tersebut bertujuan agar unit yang dibangun memenuhi standar keamanan dan keberlanjutan bagi para calon penghuni.

"Hutama Karya berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyediakan infrastruktur sosial yang berdampak langsung. Kami ingin Hunian Senen menjadi contoh bagaimana akselerasi pembangunan yang terukur dapat menghadirkan perubahan nyata bagi warga dalam waktu singkat," tutup Hamdani.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa pembangunan 324 unit hunian di atas lahan InJourney Airports seluas 1,61 hektar ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Proyek kolaboratif ini mencakup fasilitas lengkap mulai dari ruang bermain hingga sistem keamanan CCTV.

"Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan tempat tinggal lebih layak, aman, dan tertata. Huntara ini adalah solusi cepat sambil kita siapkan penataan permanen," kata Maruarar Sirait.

Setiap unit hunian sementara ini dirancang dengan dimensi 4,5 x 4,5 meter yang sudah dilengkapi perabotan dasar seperti tempat tidur dan lemari. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas komunal berupa dapur bersama, area cuci, dan ruang terbuka hijau untuk mendukung interaksi sosial antarwarga.

Artikel terkait

Rekomendasi