Polisi Halau Demonstran Pro-Palestina di Pembukaan Paviliun Israel di Venesia

Polisi Halau Demonstran Pro-Palestina di Pembukaan Paviliun Israel di Venesia

Aparat kepolisian Italia melakukan tindakan penghalauan terhadap massa pro-Palestina yang mencoba mendekati Paviliun Israel di Arsenale saat pembukaan pameran seni Biennale Venesia pada Jumat, 8 Mei 2026. Ketegangan sempat memuncak ketika pengunjuk rasa berupaya menerobos barikade keamanan di lokasi pameran.

Laporan VeneziaToday menyebutkan bahwa polisi menggunakan taktik dorongan untuk mencegah demonstran memasuki area pameran seni tersebut. Massa yang tertahan kemudian meneriakkan protes sebelum akhirnya dialihkan oleh petugas ke jalur lain tanpa laporan adanya kerusuhan lanjutan.

Di tengah pengamanan ketat tersebut, Duta Besar Israel untuk Italia, Jonathan Peled, tetap meresmikan paviliun yang menampilkan instalasi berjudul "The Rose of Nothingness" karya seniman Belu-Simion Fainaru. Peled menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk mempromosikan perdamaian antarbangsa melalui jalur seni.

"Siamo qui per costruire ponti, non per fare discussioni o conflitti. Siamo qui per esprimere il nostro desiderio di coesistenza e di accettazione tra le persone e tra i popoli" ujar Jonathan Peled, Duta Besar Israel untuk Italia.

Peled menyampaikan pandangannya mengenai aksi protes yang terjadi di luar gedung pameran. Ia menilai bahwa demonstrasi yang menargetkan Israel tersebut tidak akan memberikan dampak positif yang nyata bagi situasi masyarakat di wilayah Palestina.

"Io non posso spiegare questi movimenti, ma non credo che davvero essi aiuteranno il popolo palestinese. Sono proteste principalmente contro Israele che è un Paese democratico. Si può criticare, certo, e anche gli israeliani criticano il loro governo come l'Italia" kata Jonathan Peled, Duta Besar Israel untuk Italia.

Berdasarkan laporan Giornale Diplomatico, situasi di depan paviliun dijaga oleh personel berseragam antihuru-hara lengkap sejak pagi hari. Langkah keamanan ini diambil menyusul adanya ancaman boikot dan protes yang telah direncanakan sebelumnya oleh berbagai kelompok aktivis pro-Palestina.

Peresmian paviliun ini merupakan bagian dari rangkaian hari terakhir pra-pembukaan pameran seni internasional ke-61 bagi kalangan jurnalis dan pekerja seni. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pameran tetap berjalan sesuai jadwal meskipun pengawasan ketat masih diberlakukan di sekitar kawasan Arsenale.

Artikel terkait

Rekomendasi