Kementerian Perkeretaapian India menyetujui proyek penggandaan jalur kereta rute Arakkonam-Chengalpattu sepanjang 68 kilometer dengan investasi sebesar 993 crore rupee pada Selasa (19/5/2026) demi mengurai kepadatan jaringan kereta komuter Chennai.
Persetujuan anggaran ini diterbitkan setelah Southern Railway menyelesaikan survei lapangan untuk proses pengadaan lahan pada tahun lalu. Proyek infrastruktur tersebut akan menghubungkan sejumlah wilayah penting di India termasuk Wallajabad, Kancheepuram, dan Thakkolam.
Menteri Perkeretaapian Uni, Ashwini Vaishnaw menyatakan bahwa Proyek Penggandaan Jalur Arakkonam - Chengalpattu akan memainkan peran penting dalam mengurangi kemacetan di jaringan kereta pinggiran kota Chennai yang sibuk sekaligus meningkatkan ketepatan waktu dan efisiensi operasional.
Peningkatan jalur ini juga diproyeksikan bakal memperkuat pergerakan penumpang maupun barang di sepanjang koridor tersebut, khususnya untuk pengangkutan komoditas utama seperti semen, otomotif, biji-bijian pangan, serta besi dan baja. Saat ini, jalur ganda yang ada telah beroperasi dengan utilitas kapasitas yang sangat tinggi.
Selain proyek di Chennai, Kementerian Perkeretaapian India juga meloloskan paket keselamatan infrastruktur besar senilai 238 crore rupee untuk jalur kereta api Jammu–Shri Mata Vaishno Devi Katra. Rute tersebut merupakan jalur krusial yang melintasi medan pegunungan Himalaya dan melayani jutaan jemaah yang bepergian ke kuil Shri Mata Vaishno Devi setiap tahun.
Pekerjaan yang disetujui untuk jalur Jammu-Katra ini akan difokuskan pada stabilisasi lereng, rehabilitasi terowongan, perlindungan jembatan, dan tindakan teknik pencegahan lainnya di sepanjang bagian rute yang rawan.
"Menyusul penilaian terperinci terhadap galian, jembatan, dan terowongan, pekerjaan perlindungan dan rehabilitasi telah disetujui," kata Ashwini Vaishnaw, Menteri Perkeretaapian Uni.
"Pekerjaan-pekerjaan ini akan memperkuat keselamatan jangka panjang dan keandalan bagian yang penting secara strategis ini," ujar Ashwini Vaishnaw.
Pihak berwenang meyakini bahwa proyek keselamatan di Jammu-Katra ini akan secara signifikan mengurangi risiko yang terkait dengan tanah longsor, erosi tanah, dan ketidakstabilan geologi di sepanjang rute.