Rencana aktivitas publik Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memicu silang pendapat antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan relawan Projo. Perbedaan pandangan ini mencuat setelah muncul klaim mengenai tingkat kesembuhan mantan kepala negara tersebut.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, memberikan penegasan bahwa pihak yang paling memiliki otoritas untuk memahami kondisi kesehatan Jokowi adalah tim dokternya. Hal ini dilansir dari Nasional sebagai respons terhadap pernyataan Projo yang menyebut Jokowi siap kembali beraktivitas penuh.
"Yang memahami kesehatan Pak Jokowi tentu adalah dokternya Pak Jokowi dong. Bukan Projo," ujar Bestari kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2026).
Bestari mengungkapkan bahwa Jokowi telah menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan kepada PSI. Mantan Wali Kota Solo tersebut berjanji akan bekerja keras guna membantu memenangkan partai pada Pemilihan Umum 2029 mendatang.
Dalam struktur perjuangan partai ke depan, Jokowi telah ditetapkan sebagai patron politik bagi PSI. Namun, Bestari menekankan bahwa segala rencana pergerakan di lapangan sangat bergantung pada pertimbangan medis yang tepat.
"Hanya tinggal nunggu waktu yang tepat saja mengingat kesehatan beliau," ucapnya.
Selain menanggapi masalah kesehatan, Bestari menyatakan keheranannya atas pernyataan Projo yang menyebut Jokowi bakal berkeliling Indonesia pada Juni 2026. Ia mempertanyakan relevansi organisasi relawan tersebut saat ini.
Menurut Bestari, terdapat perubahan identitas atau arah dukungan yang membuat posisi Projo menjadi membingungkan. Ia merujuk pada pernyataan masa lalu dari pihak internal organisasi tersebut mengenai arah dukungan mereka.
"Kita yang menyiapkan (rencana kampanye Jokowi). Saya enggak tahu itu Projo, Projo apa ya? Projo kan bukannya bukan Pro Jokowi? Bukan Pro Jokowi, pada waktu itu (Budi Arie) pernah ngomong," tukas Bestari.
Ketidakpastian mengenai status organisasi tersebut membuat PSI mempertanyakan legitimasi informasi yang disebarkan. Bestari mengaku bingung dengan munculnya klaim dari pihak yang menurutnya sudah tidak lagi searah.
"Jadi agak membingungkan lu menanyai saya ini Projo, Projo mana? Yang sudah enggak Pro Jokowi lagi? Ada berapa Projo lagi nih?" imbuh eks politikus Nasdem ini.
Klaim Kesembuhan dari Pihak Relawan
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, melontarkan klaim bahwa kesehatan Jokowi telah pulih hampir sepenuhnya. Data kesehatan ini menjadi dasar rencana kegiatan kunjungan daerah dalam waktu dekat.
Freddy menyebut bahwa dengan kondisi kesehatan yang diklaim mencapai 99 persen, Jokowi dijadwalkan turun gunung mulai Juni 2026. Informasi ini diakuinya didapat secara langsung saat pertemuan dengan relawan pada awal Mei lalu.
"Pak Jokowi menyampaikan beberapa hal kepada relawannya. Yang pertama kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan rencananya bulan depan (Juni), beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat. Pak Jokowi akan didampingi relawannya ketika mengunjungi suatu daerah," ujar Freddy kepada Kompas.com, Rabu (13/5/2026).
Selain agenda menyapa warga, Jokowi dilaporkan sempat melakukan diskusi tertutup dengan Ketua Umum Projo, Budi Arie. Pertemuan yang berlangsung selama 20 hingga 30 menit tersebut membahas berbagai isu krusial.
Freddy menjelaskan bahwa pembicaraan tersebut mencakup kesinambungan program pembangunan dari era Jokowi ke pemerintahan saat ini. Dinamika politik nasional juga menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan empat mata itu.
"Sebagai insan politik, tentu mereka juga membahas situasi dan kondisi politik saat ini," ucapnya.