PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mempercepat pembangunan Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga mencapai progres 65,61 persen per Rabu (20/5/2026). Proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum ini ditujukan guna mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita terkait pemerataan akses pendidikan nasional.
Pencapaian tersebut melampaui target rencana awal yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Keberhasilan pelaksanaan proyek ini diraih di tengah tantangan kondisi geografis wilayah kerja di Nusa Tenggara Timur yang tergolong terpencil, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Proyek infrastruktur pendidikan ini bernilai kontrak Rp 238,57 miliar dan masa pengerjaannya telah dimulai sejak 29 Desember 2025. Pihak PTPP mengklaim keunggulan progres yang melampaui target ini merefleksikan efektivitas kerja serta komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan nasional.
Struktur kawasan Sekolah Rakyat dirancang oleh korporasi sebagai pusat pendidikan terpadu. Fasilitas ini nantinya akan mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA dalam satu area yang sama.
"Selain fasilitas pendidikan, proyek ini juga dilengkapi dengan asrama siswa dan guru, sarana olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya guna menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi dan berkelanjutan," ujar Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP.
Dalam mengejar target waktu, inovasi konstruksi diterapkan melalui penggunaan sistem metaldeck dan penyesuaian desain pondasi di lapangan. Strategi logistik juga dilakukan lewat pengiriman material lintas pulau memakai kapal charter, serta pengerahan intensif sekitar 1.100 tenaga kerja.
"PTPP berkomitmen untuk menjaga kualitas pembangunan sekaligus memastikan proyek dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat," tambah Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP.
Pembangunan pusat pendidikan terpadu ini diharapkan mampu memperluas akses belajar dan mendongkrak kualitas sumber daya manusia. Langkah strategis ini juga diproyeksikan dapat memicu pertumbuhan sosial sekaligus ekonomi masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur.