Purbaya Yudhi Sadewa Pertahankan Dirjen Bea Cukai Meski Terseret Dakwaan

Purbaya Yudhi Sadewa Pertahankan Dirjen Bea Cukai Meski Terseret Dakwaan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi telah menjalin komunikasi langsung dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama terkait pencatutan nama sang Dirjen dalam surat dakwaan kasus suap impor, Kamis (6/5/2026).

Kasus yang menjerat pimpinan Blueray Cargo Group, John Field, tersebut menempatkan status Djaka sebagai pihak yang disebut dalam dakwaan namun belum ada penetapan hukum lebih lanjut, sebagaimana dilansir dari Money.

"Sudah (komunikasi). Dia (Dirjen Djaka) akan ikuti proses hukum yang berlaku. Ini kan belum apa-apa, masih baru," ujar Purbaya, Menteri Keuangan.

Purbaya memberikan penegasan bahwa pihak kementerian belum akan mengambil langkah penonaktifan terhadap Djaka karena masih menunggu perkembangan fakta-fakta yang muncul dalam proses persidangan di pengadilan.

"Tidak (nonaktifkan). Tidak sampai clear di sana seperti apa. Prosesnya kan baru mulai. Namanya baru muncul, masa langsung berhenti," katanya Purbaya, Menteri Keuangan.

Keputusan administratif terhadap jabatan Djaka baru akan diambil setelah ada kejelasan status hukum yang bersifat inkrah, sementara kementerian tetap membuka opsi bantuan hukum selama proses berjalan.

"Ada pasti kalau dipanggil dan segala macam. Yang lain juga ada pendampingan. Bukan intervensi," katanya Purbaya, Menteri Keuangan.

Berdasarkan surat dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 38/TUT.01.04/24/04/2026, John Field bersama Dedy Kurniawan Sukolo dan Andri didakwa memberikan suap untuk memperlancar pengeluaran barang impor.

Nama Djaka tercatat dalam dakwaan menghadiri pertemuan di Hotel Borobudur pada Juli 2025 bersama sejumlah pejabat lain, yakni Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan Sianipar.

Meskipun nama tersebut muncul, jaksa penuntut umum tidak merinci adanya aliran uang atau penerimaan fasilitas yang secara spesifik ditujukan kepada Djaka Budi Utama dalam perkara ini.

Dakwaan lebih berfokus pada pemberian uang sebesar 61,3 miliar dollar Singapura serta fasilitas barang mewah seperti jam tangan Tag Heuer dan unit Mazda CX-5 kepada pejabat Bea Cukai lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi