Air zamzam menjadi sumber mata air yang terus mengalir dan tidak pernah habis, meskipun telah diambil oleh jutaan jemaah haji dan umrah dari seluruh penjuru dunia. Keberadaan sumur suci ini terletak di kawasan Masjidil Haram, tepatnya di sebelah tenggara Ka'bah dengan kedalaman mencapai 42 meter.
Dilansir dari Detikcom, air zamzam dianggap sebagai air suci oleh umat Islam berdasarkan buku Menjadi Bijak & Bijaksana susunan Ibnu Basyar. Sejarah mencatat mata air tersebut pertama kali ditemukan oleh Siti Hajar saat berlari bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah ketika putranya, Nabi Ismail AS, mengalami kehausan.
Keutamaan air zamzam juga ditegaskan dalam hadits dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda:
"Salatlah kamu di tempat orang pilihan dan minumlah dari minuman orang baik," ketika ditanya, "Apa minuman orang baik?" Rasulullah SAW menjawab, "Air zamzam." (HR al-Azraqy)
Secara matematis, pancaran mata air zamzam yang sangat deras sebenarnya bisa menenggelamkan bumi. Namun, sumur ini memiliki sistem kontrol luar biasa sehingga airnya tidak meluber ke permukaan.
Permukaan air zamzam berada sekitar 10.6 kaki di bawah permukaan tanah. Ketika sumur ini dipompa terus-menerus selama 24 jam dengan kekuatan sedotan 8 ribu liter per detik, permukaan sumur akan turun hingga 44 kaki di bawah permukaan tanah.
Mukjizat luar biasa terjadi saat pompa dihentikan, karena permukaan sumur segera kembali ke posisi 13 kaki di bawah permukaan tanah hanya dalam waktu 11 menit. Secara keseluruhan, ada 690 juta liter air zamzam yang dipompa dalam kurun waktu 24 jam, tetapi sumurnya terisi kembali dengan sangat cepat.
Fenomena ini memperlihatkan dua mukjizat sekaligus. Selain terisi kembali dalam waktu singkat, Allah SWT memiliki kontrol absolut yang luar biasa untuk mencegah sumur zamzam meluap secara berlebihan yang bisa menenggelamkan dunia.
Dari sudut pandang ilmiah, sifat air zamzam yang tidak pernah habis disebabkan oleh sumbernya yang dapat diperbarui. Penjelasan ini dipaparkan oleh Profesor Geologi dan Sumber Daya Air di Institut Penelitian Afrika, Abbas Sharaqi.
"Tidak habisnya air dalam geologi berarti bahwa air tersebut adalah air yang dapat diperbarui. Air tanah dapat diperbarui, seperti yang ada di sumur zamzam," ujarnya.
Abbas Sharaqi melanjutkan bahwa air zamzam bersumber dari air hujan yang turun di kota Makkah. Kondisi ini berbeda dengan reservoir Batu Pasir Nubia di Oasis Gurun Barat Mesir yang tidak dapat diperbarui.
"Makkah adalah daerah pegunungan sehingga salah satu lembahnya berisi lembah Ibrahim yang menampung sumur zamzam di daerah dataran rendah," lanjut Sharaqi.