Raja Salman menyampaikan rasa syukur atas kehormatan yang diberikan kepada Kerajaan Arab Saudi dalam melayani Dua Masjid Suci serta para jemaah haji pada musim haji tahun ini. Ucapan tersebut disampaikan Penjaga Dua Masjid Suci pada Rabu (27/5/2026) yang bertepatan dengan momentum Idul Adha, seperti dilansir dari Cahaya.
Selain menyatakan rasa syukurnya, Raja Salman juga menyampaikan selamat Idul Adha kepada seluruh umat Islam di dunia. Pada saat yang sama, para jemaah haji mulai bergerak melanjutkan rangkaian ibadah mereka di Mina setelah sebelumnya melakukan perjalanan dari Arafah menuju Muzdalifah.
“Kami bersyukur kepada Allah karena telah memuliakan kami dengan tugas melayani Dua Masjid Suci dan mengurus para jemaah yang datang ke Baitullah,” kata Raja Salman.
Pemimpin Arab Saudi tersebut juga memanjatkan doa agar ibadah haji serta seluruh amal ibadah yang dilakukan para jemaah dapat diterima oleh Allah SWT. Menurut Raja Salman, momentum Idul Adha menjadi saat yang tepat untuk mendoakan keberkahan, kedamaian, dan stabilitas bagi umat Islam di seluruh dunia.
“With the advent of the blessed Eid Al-Adha, we congratulate our people in this blessed country and the Islamic nation on this occasion. We pray to Allah to make this Eid an occasion of blessings, peace, and stability for our nation and the entire world. May you be well every year,” tambahnya.
Jemaah haji terpantau mulai melaksanakan ritual lempar jumrah di Mina pada Rabu (27/5/2026) pagi atau hari pertama Idul Adha. Dalam prosesi tersebut, jemaah melempar tujuh kerikil ke Jamrah Al-Aqabah.
Seluruh prosesi melempar jumrah berlangsung di tengah arus pergerakan massa yang berjalan lancar. Kelancaran ini didukung oleh rencana pengelolaan kerumunan yang terorganisasi dengan baik. Ritual lempar jumrah menjadi salah satu rangkaian penting setelah jemaah menunaikan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.
Sebelumnya, hampir 1,7 juta jemaah haji bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah pada Selasa malam. Pergerakan massal tersebut dilakukan setelah jemaah menyelesaikan wukuf di Arafah yang merupakan rukun terpenting dalam ibadah haji. Pelaksanaan wukuf dilaporkan berlangsung dalam suasana yang aman dan tenang.
Tim keamanan beserta petugas layanan dikerahkan di seluruh kawasan suci untuk memfasilitasi pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah. Setelah bermalam di Muzdalifah, jemaah kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke Mina pada Rabu pagi.
Integrasi Sistem Keamanan dan Layanan Puncak Haji
Sesampainya di Mina, jemaah menjalankan rangkaian ibadah berikutnya, termasuk lempar jumrah dan Tawaf Ifadah. Pemerintah Arab Saudi mengoperasikan sistem keamanan dan layanan secara penuh untuk menjaga kelancaran pergerakan jemaah selama masa puncak haji.
Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif mengatakan, integrasi sistem keamanan, organisasi, dan layanan selama haji mencerminkan tingginya perhatian Kerajaan terhadap jemaah. Sistem tersebut memperkuat pelaksanaan rencana operasional yang telah disetujui guna memastikan keselamatan serta kenyamanan jemaah.
Pangeran Abdulaziz juga meninjau langsung Pasukan Keamanan Khusus yang terlibat dalam operasi haji pada Selasa. Ia menyampaikan pujian atas upaya khusus pasukan tersebut dalam memberikan pelayanan kepada para jemaah haji.