Sebanyak lebih dari 860.000 jemaah haji dari berbagai penjuru dunia dilaporkan telah tiba di Arab Saudi hingga Rabu (13/5/2026). Menteri Haji dan Umrah Saudi, Tawfiq Al Rabiah, mengonfirmasi angka kedatangan tersebut dalam konferensi pers pemerintah ke-34 di Riyadh, dilansir dari Detikcom.
Mayoritas jemaah mendarat melalui jalur udara dengan total 820.000 orang, di mana 240.000 di antaranya memanfaatkan layanan Inisiatif Rute Makkah. Sementara itu, tercatat 35.000 jemaah masuk melalui jalur darat dan 4.000 jemaah lainnya menggunakan transportasi laut.
"Dari jumlah tersebut, sebagian besar, yaitu 820.000, tiba melalui jalur udara, termasuk 240.000 melalui Inisiatif Rute Makkah, sementara 35.000 tiba melalui jalur darat dan 4.000 melalui jalur laut," ungkap Al Rabiah.
Pemerintah Arab Saudi menyatakan komitmen penuh untuk memobilisasi seluruh sumber daya yang ada demi kenyamanan para tamu Allah. Langkah ini diambil di bawah arahan langsung Raja Salman dan Putra Mahkota untuk memastikan kelancaran ibadah.
Transformasi layanan haji dan umrah kini tengah diakselerasi melalui lebih dari 100 inisiatif baru. Program ini merupakan bagian dari lompatan kualitatif untuk memenuhi standar kualitas layanan yang ditetapkan dalam Visi Saudi 2030.
"Untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendorong persaingan, kementerian telah memungkinkan lebih dari 30 perusahaan untuk menawarkan layanan kepada jamaah dari luar negeri, selain menawarkan layanan pemesanan langsung kepada jamaah dari 126 negara melalui platform digital Nusuk. Sistem ini beroperasi dengan integrasi kelembagaan yang lancar di antara lebih dari 60 entitas pemerintah, diawasi oleh Kantor Manajemen Proyek Haji (PMO Haji) dari Program Pengalaman Jamaah di bawah pengawasan Komite Haji Tertinggi," ujarnya menguraikan.
Efisiensi logistik juga ditingkatkan melalui program Haji Tanpa Bagasi yang memungkinkan pengiriman barang langsung ke negara asal jemaah. Inovasi ini berhasil memangkas waktu prosedur di bandara secara signifikan dari semula 120 menit menjadi hanya 15 menit.
Pemerintah juga memperkuat infrastruktur di tempat-tempat suci melalui Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dengan menjalankan 25 proyek pembangunan. Fasilitas peneduh dan sistem pendingin kini mencakup area seluas 272.000 meter persegi di Padang Arafah guna mengantisipasi cuaca panas.
Kapasitas area ibadah turut ditingkatkan, termasuk perluasan Rawdah Al-Sharif di Masjid Nabawi yang kini mampu menampung hingga 57.000 pengunjung per hari. Selain itu, otoritas keamanan memperketat pengawasan melalui kampanye perizinan resmi untuk menjamin keselamatan seluruh jemaah selama prosesi haji berlangsung.