Refly Harun Soroti Frekuensi Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Subianto

Refly Harun Soroti Frekuensi Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Subianto

Pengamat politik Refly Harun mengkritik langkah Presiden Prabowo Subianto yang dinilai meniru pola mantan Presiden Joko Widodo dalam melakukan bongkar pasang susunan menteri pemerintahan pada Senin (8/6/2026).

Kerap terjadinya perombakan menteri tersebut memicu spekulasi mengenai efektivitas penataan pejabat serta pengaruh partai politik di dalam jajaran Kabinet Merah Putih.

Isus reshuffle kabinet yang bergulir pada Senin (8/6/2026) ini salah satunya menyasar posisi Menteri Keuangan, di mana ekonom senior Muhammad Chatib Basri dikabarkan akan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Hingga saat ini, Presiden Prabowo tercatat sudah mengeksekusi lima kali perombakan kabinet sejak resmi menjabat, dengan reshuffle kelima yang berlangsung pada 27 April 2026 di Istana Kepresidenan.

Melalui saluran YouTube pribadinya pada Senin (8/6), Refly Harun menyampaikan pandangannya terkait kabar burung mengenai rencana perombakan besar-besaran struktur menteri yang diprediksi terjadi menjelang akhir tahun.

"Rupanya Pak Prabowo mengikuti juga apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi. Tidak ada fixed step dalam jangka waktu yang lama. Baru berapa bulan reshuffle, reshuffle, reshuffle... Bahkan konon katanya bakal ada reshuffle besar-besaran Oktober, tapi Wallahualam," ungkap Refly.

Menurut analisis Refly, intensitas perombakan yang tinggi mengindikasikan ketidakmampuan pemerintah dalam menempatkan figur yang tepat pada posisi yang sesuai, serta memperlihatkan kuatnya kompromi politik keterwakilan partai di dalam sistem pemerintahan presidensial.

"Tetap tadi presidential rasa parlementer. Karena menteri-menteri itu dideploy oleh ketua-ketua umum partai, walaupun tetep di fxxan dengan presidennya," imbuh Refly.

Artikel terkait

Rekomendasi