Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) merekomendasikan pembatasan masa jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan pengaturan jenjang karier anggota kepolisian di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (5/5/2026).
Langkah ini bertujuan untuk menciptakan pedoman karier yang lebih terstruktur di internal kepolisian, sebagaimana dilansir dari Nasional. Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Ahmad Dofiri, menegaskan bahwa aturan tersebut akan mencakup peta jalan profesi personel.
"Itu nanti ada diatur terkait dengan ini career path atau jenjang kariernya. Masuk, ada (rekomendasi batasi masa jabatan kapolri)," ujar Dofiri, Anggota KPRP.
Dofiri menambahkan bahwa meskipun terdapat usulan pembatasan, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden. Hal ini dikarenakan pengangkatan pimpinan tertinggi Polri merupakan hak prerogatif kepala negara yang tidak bisa dikunci sepenuhnya oleh regulasi teknis.
"Dari career path, jadi misalnya perwira itu 11 tahun jabatannya apa, apa, apa, nanti kalau diatur seperti itu berikutnya nanti sekitar 2-3 tahun," kata Dofiri.
Berdasarkan catatan sejarah, terdapat beberapa figur yang memimpin Korps Bhayangkara dalam durasi yang cukup lama. Jenderal Listyo Sigit Prabowo tercatat sebagai salah satu Kapolri dengan masa jabatan terpanjang, terutama di era pasca-reformasi.
| Nama Kapolri | Periode Jabatan | Durasi Jabatan |
|---|---|---|
| Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo | 29 September 1945 - 14 Desember 1959 | Sekitar 15 tahun |
| Listyo Sigit Prabowo | 27 Januari 2021 - Sekarang (6 Mei 2026) | 5 tahun, 3 bulan, 9 hari |
| Mochammad Sanoesi | 7 Juni 1986 - 19 Februari 1991 | 4 tahun, 8 bulan, 12 hari |
Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo merupakan pimpinan pertama sekaligus Bapak Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia menjabat sejak awal kemerdekaan hingga mengundurkan diri pada akhir 1959 dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal Polisi.
Sementara itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dilantik pada 2021 telah melampaui masa jabatan Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar. Listyo tercatat memimpin Polri di bawah kepemimpinan dua Presiden yang berbeda, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Di urutan ketiga, Mochammad Sanoesi menjabat selama lebih dari empat tahun pada era Orde Baru. Lulusan PTIK Angkatan VII tersebut wafat pada tahun 2008 dan dimakamkan di wilayah Bogor, Jawa Barat.