Kementerian Koperasi memastikan proses rekrutmen Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdes/Kel) berjalan profesional dan bersih dari praktik titipan orang dalam. Penegasan ini disampaikan guna merespons isu dugaan intervensi dan penipuan yang ramai diperbincangkan publik di media sosial, sebagaimana dilansir dari Suara.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa seluruh tahapan rekrutmen telah mengikuti prosedur seleksi yang ditetapkan melalui panitia seleksi. Ia menekankan keyakinannya terhadap integritas sistem yang sedang berjalan saat ini.
“Enggak ada, sudah pasti tidak ada intervensi. Ini sesuai dengan proses seleksi dan nanti kan sudah ada panselnya. Jadi sudah yakin lah,” kata Ferry Juliantono.
Isu mengenai sistem Computer Assisted Test (CAT) juga menjadi sorotan setelah adanya klaim bahwa jawaban ujian posisi manajer bisa berubah sendiri. Menanggapi hal tersebut, pihak kementerian menjelaskan bahwa koordinasi teknis sepenuhnya berada di bawah kendali Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menjelaskan bahwa klarifikasi terkait kendala teknis tersebut telah diberikan oleh pihak pelaksana seleksi.
“Dari BKN sudah klarifikasi,” ujar Farida.
Proses rekrutmen ini dilakukan secara kolaboratif melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang dikoordinasikan oleh BP BUMN. Farida menyebutkan penggunaan fasilitas kantor regional BKN di 26 provinsi bertujuan untuk mendukung transparansi seleksi.
“Secara teknis ada di BKN sebagai rekrutmen teknisnya termasuk menggunakan fasilitas BKN kantor regional yang ada di 26 provinsi tersebut,” jelasnya.
Kementerian Koperasi juga aktif memantau laporan serta keluhan masyarakat yang muncul di media sosial untuk segera dikoordinasikan dengan BKN dan kementerian terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap hambatan teknis mendapatkan penjelasan yang akurat dari penyelenggara.
“Nah kami tentu saja bagian dari panselnas itu mengkoordinasikan tadi yang laporan-laporan dari media sosial. Sudah kami koordinasikan dengan BKN dan juga panselnas di bawah PANRB, hasilnya adalah klarifikasi dan penjelasan dari BKN,” katanya.
Farida juga menanggapi serius narasi adanya oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang. Ia memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak tergiur oleh tawaran pihak-pihak yang mengatasnamakan panitia seleksi.
“Kalau pun kemudian ada masyarakat yang seolah-olah ada titipan dengan membayar sekian, sudah pasti itu adalah penipuan,” tegasnya.
Pemerintah menjamin bahwa hasil kelulusan peserta ditentukan sepenuhnya oleh kompetensi individu selama ujian berlangsung tanpa adanya pengaruh eksternal.
“Kami menjamin tidak ada titipan, ini murni seleksi sesuai dengan ujian dan doa orangtuanya masing-masing,” pungkasnya.