Seorang pemuda berusia 18 tahun diamankan pihak kepolisian setelah terlibat aksi pemukulan terhadap Amos Yee di area luar konvensi anime Doujin Market 2026, Suntec City Convention Centre, pada Sabtu (9/5) sekitar pukul 13.50 waktu setempat. Insiden tersebut mengakibatkan korban yang berusia 27 tahun mengalami luka ringan.
Penyelenggara acara Doujin Market dilaporkan telah membatalkan tiket Amos Yee dan melarangnya hadir sebelum acara dimulai. Melalui pernyataan resmi, pihak penyelenggara menyebut telah menerima laporan dari komunitas mengenai rencana kehadiran pemberi pengaruh yang dinilai bermasalah tersebut.
"He will not," tulis pihak penyelenggara dilansir dari mustsharenews.com. "We’ve cancelled his tickets and are working to ban him from all our shows."
Meskipun dilarang, Amos Yee tetap mendatangi lokasi dan sempat mengunggah foto dirinya di luar area konvensi pada pukul 12.43. Saksi mata di lokasi menyatakan bahwa keributan terjadi karena korban dilarang masuk ke area utama acara. Seorang peserta konvensi menyebutkan bahwa berdasarkan informasi di peladen Discord, perselisihan bermula ketika Amos Yee diduga memukul individu lain terlebih dahulu sebelum dibalas oleh orang tersebut.
"It happened outside of Doujin Market as he wasn’t allowed to be inside of the event area," ujar peserta konvensi yang tidak disebutkan namanya tersebut.
"It started from Amos Yee hitting the person in the video and then said person hit him back," kata peserta tersebut menambahkan.
Amos Yee kemudian mengunggah foto luka-lukanya, termasuk bagian bibir atas yang berdarah, dan menyebut serangan tersebut tidak adil. Ia menilai bahwa tindakan penyelenggara yang mengumumkan pelarangan dirinya turut memicu permusuhan di lokasi kejadian.
"Of course it’s unjust… I think it’s precisely why the organisers targeted and announced they were banning me," ujar Amos Yee.
"Of course it’s unjust, even with my offence in the US, it was just messages, there was absolutely no evidence that I would do any physical harm to anyone," kata Amos Yee menambahkan.
"And I think it’s precisely why the organisers targeted and announced they were banning me, which contributed to the animosity towards me and this attack," ucap Amos Yee.
Kepolisian Singapura (SPF) mengonfirmasi telah menerima panggilan bantuan sekitar pukul 14.15 terkait keributan tersebut. Petugas yang tiba di lokasi menetapkan bahwa telah terjadi penganiayaan terhadap seorang pria berusia 27 tahun oleh pemuda berusia 18 tahun.
"Upon arrival, officers established that a 27-year-old male subject was assaulted by a 18-year-old male subject," jelas pihak Kepolisian Singapura.
Pelaku kini telah ditangkap atas tuduhan menyebabkan gangguan publik. Hingga saat ini, proses hukum terhadap remaja tersebut masih terus berlanjut sementara korban hanya dilaporkan menderita luka ringan.