Remaja Singapura Pukul Amos Yee di Pusat Konvensyen Suntec

Remaja Singapura Pukul Amos Yee di Pusat Konvensyen Suntec

Seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun ditangkap Kepolisian Singapura setelah melakukan penyerangan fisik terhadap narapidana kasus pelecehan anak, Amos Yee, di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 14.15 waktu setempat.

Insiden tersebut terjadi di luar aula acara Doujin Market 2026 dan mengakibatkan Amos Yee yang berusia 27 tahun mengalami luka ringan pada bagian bibir. Melalui laporan Mothership, para pengunjung acara menyebutkan bahwa keributan telah bermula sejak pukul 12.30 siang sebelum akhirnya polisi tiba di lokasi kejadian.

Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan pelaku yang mengenakan kostum karakter Yuji Itadori dari anime Jujutsu Kaisen melancarkan serangkaian pukulan, tendangan, hingga injakan ke arah kepala Yee. Meskipun sempat menjauh sejenak, pelaku kembali mengejar dan menjatuhkan Yee ke lantai sebelum memberikan serangan siku yang cukup keras.

Pihak penyelenggara Doujin Market sebenarnya telah mengantisipasi kehadiran Amos Yee setelah pengumuman kehadirannya tersebar di media sosial X dan Discord. Melalui unggahan di Instagram, penyelenggara menegaskan telah membatalkan tiket masuk tokoh yang dianggap bermasalah tersebut demi menjamin keamanan seluruh peserta konvensi pop kultur tersebut.

"He will not. We’ve cancelled his ticket and are working to ban him from all our shows," kata penyelenggara Doujin Market melalui Instagram sebagaimana dikutip dari Stomp.

Penegasan mengenai komitmen keamanan juga disampaikan oleh tim manajemen acara untuk merespons kegaduhan yang timbul di area publik pusat konvensi tersebut.

"the safety of everyone at our convention very seriously," ujar penyelenggara.

Setelah insiden terjadi, Amos Yee yang pernah mendekam di penjara Amerika Serikat atas kasus eksploitasi seksual anak mengunggah foto dirinya dengan kondisi bibir berdarah di media sosial.

"just been attacked in the anime convention," tulis Amos Yee dalam unggahannya di akun X.

Di sisi lain, pelaku penyerangan memberikan pembelaan melalui akun Instagram pribadinya dengan mengklaim bahwa tindakannya merupakan bentuk perlawanan dan upaya melindungi pengunjung lain. Pemuda tersebut menuduh Yee mencoba melakukan pelecehan terhadap seseorang sebelum akhirnya konfrontasi fisik pecah di lokasi.

"stop it," teriak seorang pejalan kaki yang berusaha menghentikan aksi brutal pelaku sebelum petugas keamanan dan polisi mengamankan situasi.

"Oh, f*ck," seru Amos Yee saat menerima serangan siku bertubi-tubi dari pelaku berdasarkan rekaman video kejadian.

Juru bicara Kepolisian Singapura mengonfirmasi bahwa remaja 18 tahun tersebut ditahan atas tuduhan menyebabkan gangguan publik. Saat ini, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak berwenang untuk mendalami motif pasti di balik serangan tersebut, sementara Yee dilaporkan hanya mengalami cedera minor.

Artikel terkait

Rekomendasi