Gibran Rakabuming Ungkap Rencana Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi

Gibran Rakabuming Ungkap Rencana Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memaparkan inisiatif program Kampung Haji di Arab Saudi saat menghadiri Haul ke-55 Al Maghfurlah K.H. Abdul Wahab Chasbullah di Jawa Timur pada Minggu (10/05/2026). Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan biaya operasional bagi jemaah asal Indonesia.

Dilansir dari Ekonomi, program tersebut merupakan gagasan terbaru Presiden Prabowo Subianto dalam mereformasi layanan haji. Gibran menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas terintegrasi ini diharapkan dapat memangkas berbagai kendala administratif dan teknis yang selama ini dihadapi oleh para jemaah.

"Nah sekarang setelah ada layanan-layanan tadi, ada yang namanya Kampung Haji. Ini ke depan dapat memperlancar, mempermudah dan juga nanti insyaallah biaya hajinya bisa semakin ditekan, itu cita-citanya Pak Presiden," kata Gibran, dikutip dari YouTube Setwapres.

Wapres menekankan bahwa program ini memberikan berbagai kemudahan akses, termasuk integrasi layanan fast track imigrasi di sejumlah bandara daerah seperti Surabaya. Selain mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian, efisiensi sistem tersebut diproyeksikan mampu berdampak langsung pada penurunan biaya perjalanan haji.

“Ke depan diharapkan bisa memperlancar, mempermudah, dan insyaallah menekan biaya haji,” ujarnya.

Pembangunan Kampung Haji direncanakan berdiri di atas lahan seluas 45 hektare. Kawasan ini didesain tidak hanya sebagai akomodasi penginapan, tetapi juga pusat layanan penunjang ibadah haji yang komprehensif bagi warga negara Indonesia.

"Jadi ini ada lahan seluas 45 hektare yang nanti ya, bukan hanya penginapan saja tapi juga untuk pelayanan-pelayanan yang lain," pungkas Gibran.

Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy, memberikan rincian tambahan mengenai teknis megaproyek yang digarap oleh Danantara tersebut. Muhadjir menyebutkan lokasi pembangunan berada di kawasan Jabal Hindawiyah dengan jarak sekitar 2 hingga 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.

"Lokasinya sangat dekat [dengan Masjidil Haram]. Nanti akan ada akses khusus seperti tunnel [terowongan] agar jemaah tidak terganggu lalu lalang kendaraan dan jemaah lain," ungkap Muhadjir di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (30/4/2026).

Saat ini pemerintah masih mematangkan rencana tersebut melalui tahap awal pembebasan lahan di Makkah. Proyek ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia di tanah suci.

Artikel terkait

Rekomendasi