Negara Dunia Mulai Repatriasi Penumpang Kapal MV Hondius

Negara Dunia Mulai Repatriasi Penumpang Kapal MV Hondius

Sebanyak 150 penumpang dan kru kapal pesiar MV Hondius mulai diterbangkan kembali ke negara asal masing-masing dari Kepulauan Canary, Spanyol, menggunakan pesawat pemerintah dan militer pada Senin, 11 Mei 2026. Langkah evakuasi ini diambil setelah munculnya wabah hantavirus strain Andes di atas kapal yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Proses pemulangan ini melibatkan protokol keamanan ketat di mana para pengungsi harus mengenakan baju medis biru dan masker pernapasan saat turun dari kapal menuju dermaga industri di Tenerife. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan masa karantina selama 42 hari bagi mereka yang telah mendarat untuk mengantisipasi penyebaran lebih lanjut.

Beberapa negara menerapkan kebijakan karantina yang berbeda bagi warga negaranya yang kembali. Prancis menempatkan seluruh pengungsi dalam isolasi ketat setelah satu orang dilaporkan mulai menunjukkan gejala infeksi hantavirus.

"have immediately been placed in strict isolation until further notice" ujar Perdana Menteri Prancis.

Pemerintah Yunani juga memberlakukan aturan yang sangat ketat terhadap satu orang warganya yang dievakuasi. Pria tersebut diwajibkan menjalani isolasi di ruang bertekanan negatif rumah sakit universitas Attikon.

"45 days in mandatory hospital quarantine in Athens" kata Kementerian Kesehatan Yunani.

Sementara itu, Amerika Serikat yang bukan lagi anggota WHO membawa 17 warga negaranya ke fasilitas karantina di Universitas Nebraska untuk penilaian risiko penyebaran virus. Dr. Jay Bhattacharya mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat satu pengungsi dengan gejala ringan dan satu lainnya terdeteksi positif PCR strain Andes.

"active follow-up" kata WHO dalam rekomendasinya.

Meskipun masa karantina 42 hari disarankan secara global, WHO menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki otoritas untuk memaksakan aturan tersebut kepada setiap negara berdaulat. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, berupaya menenangkan publik dengan menyatakan risiko kesehatan global saat ini masih tergolong rendah.

"does not ‘force’ its guidance" kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Ia juga meminta masyarakat dunia untuk tidak bereaksi secara berlebihan terhadap situasi ini karena karakteristik virus yang berbeda dengan pandemi sebelumnya. Penegasan ini disampaikan untuk mencegah terjadinya kepanikan massal di tengah proses repatriasi yang sedang berlangsung.

"This is not another Covid. And the risk to the public is low. So they shouldn’t be scared, and they shouldn’t panic," ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Kapal MV Hondius sendiri kini diwajibkan menjalani prosedur disinfeksi total dan pengendalian tikus sebelum diizinkan beroperasi kembali. Pemerintah Filipina dan India telah mengonfirmasi bahwa kru mereka yang bekerja di kapal tersebut saat ini sedang menjalani karantina di Belanda dalam kondisi tanpa gejala.

Artikel terkait

Rekomendasi