Ribuan Siswa Raih Nilai Sempurna dalam TKA 2026

Ribuan Siswa Raih Nilai Sempurna dalam TKA 2026

Ribuan siswa jenjang SD dan SMP di Indonesia berhasil mencetak nilai sempurna 100 dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Capaian prestasi luar biasa ini dilaporkan oleh pihak kementerian dengan catatan bahwa jumlah peserta didik yang mampu menjawab seluruh lembar soal dengan benar didominasi oleh mata pelajaran Bahasa Indonesia dibandingkan Matematika, sebagaimana dilansir dari Medcom.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, memaparkan rincian perolehan nilai tersebut dalam rapat resmi bersama legislatif pada Selasa, 19 Mei 2026.

"Berdasarkan hasil sementara pelaksanaan TKA, juga banyak peserta didik yang berhasil memperoleh nilai 100, menjawab benar seluruh 30 butir soal ujiannya," kata Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM).

Data statistik menunjukkan pada tingkat SD terdapat 4.507 murid meraih nilai sempurna untuk Bahasa Indonesia, sedangkan Matematika mencatatkan 814 anak. Sementara di tingkat SMP, angka kelulusan sempurna mencapai 4.050 pelajar pada mapel Bahasa Indonesia dan 266 siswa pada Matematika.

Penegasan mengenai sifat data yang disajikan juga disampaikan oleh pihak BKPDM karena rangkaian ujian susulan beserta rekonsiliasi angka di lapangan masih berjalan.

"Data yang ditampilkan merupakan gambaran sementara capaian peserta didik dan akan diperbarui setelah seluruh tahapan pelaksanaan dan pengolahan data selesai dilakukan," ujar Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM).

Evaluasi menyeluruh terhadap mutu pendidikan nasional menjadi target utama dari pemetaan berkala ini. Hasil akhir penilaian nantinya diproyeksikan untuk memetakan titik kelemahan akademis yang membutuhkan perhatian serta intervensi khusus dari pihak sekolah.

"Hasil TKA juga akan menampilkan capaian indikator kompetensi berdasarkan mata pelajaran sehingga dapat menjadi bahan evaluasi pembelajaran di sekolah," ujar Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM).

Artikel terkait

Rekomendasi