Pemerintah Rusia mengecam keras sanksi ekonomi dan tekanan politik baru dari Amerika Serikat terhadap Kuba pada Kamis, 21 Mei 2026, karena dinilai sebagai upaya ilegal untuk mencekik perekonomian negara kepulauan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Washington memanfaatkan dakwaan pembunuhan terhadap mantan Presiden Raúl Castro demi melegitimasi tekanan untuk mengganti kekuasaan di Kuba. Selain itu, pengerahan kapal perang AS yang dipimpin kapal induk USS Nimitz ke Laut Karibia mengindikasikan adanya persiapan intervensi militer seperti peristiwa di Venezuela.
Krisis energi di Kuba semakin memburuk setelah Havana tidak menerima pasokan minyak sejak akhir Maret 2026, ketika kapal tanker Rusia Anatoly Kolodkin mengirimkan sekitar 700.000 barel minyak. Blokade pasokan energi oleh Amerika Serikat ini mengakibatkan pengetatan rasio harian serta lonjakan harga bensin dan diesel hingga hampir dua kali lipat.
"constituyen una nueva vuelta de tuerca en la política de presión de Washington, cuyo objetivo principal es el asfixiamiento economicó de Cuba" ujar María Zajárova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.
Zajárova menilai langkah pengetatan sanksi dan blokade yang meluas hingga ke sektor minyak dan energi merupakan cerminan dari intoleransi Washington terhadap perbedaan pandangan politik.
"¿Dónde están los derechos humanos? ¿Dónde está el respeto por las personas? ¿Dónde están la libertad de opinión y la libertad de expresión? ¿Dónde está todo eso?" kata María Zajárova mempertanyakan kebijakan Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Rusia memastikan pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah Kuba guna merumuskan langkah-langkah mitigasi dampak blokade minyak tersebut.
"El bloqueo en sí no tiene precedentes. Y las catastróficas consecuencias humanitarias de este bloqueo para la población de la isla, tampoco" kata Dmitry Peskov, Juru Bicara Kremlin.
Peskov menambahkan bahwa Moskow menolak segala bentuk tekanan ekonomi maupun metode kekerasan yang diarahkan kepada para pimpinan negara.
"Creemos que la presión que se está ejerciendo sobre Cuba es inaceptable. Creemos que bajo ninguna circunstancia deben utilizarse tales métodos —métodos violentos— contra jefes de Estado, ya sean antiguos o actuales" tutur Dmitry Peskov dalam laporan RIA Novosti.
AS sebelumnya menerbitkan perintah eksekutif darurat nasional yang menuduh Kuba bekerja sama dengan negara musuh dan menampung kelompok teroris, yang kemudian diikuti langkah Sekretaris Negara Marco Rubio menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat kabinet Presiden Miguel Díaz-Canel.