Rusia Serang Ukraina Menggunakan Rudal Hipersonik Oreshnik

Rusia Serang Ukraina Menggunakan Rudal Hipersonik Oreshnik

Rusia meluncurkan serangan udara masif menggunakan 90 rudal dan 600 drone ke Kyiv, Ukraina pada Minggu kemarin yang menyebabkan empat orang tewas serta 50 lainnya luka-luka. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa Moskow mengerahkan rudal hipersonik Oreshnik dalam serangan tersebut.

Senjata baru tersebut memicu kekhawatiran besar karena memiliki sejumlah kemampuan fatal, sebagaimana dilansir dari Detik iNET yang mengutip laporan Channel News Asia pada Selasa (26/5/2026). Oreshnik merupakan rudal balistik jarak menengah (IRBM) dengan daya jelajah mencapai 3.000 hingga 5.500 kilometer.

Kecepatan rudal ini dilaporkan mencapai Mach 11 atau sekitar 13.580 kilometer per jam dan diklaim tidak dapat dicegat oleh sistem pertahanan udara saat ini. Jangkauan tersebut membuat seluruh daratan Benua Eropa berada dalam radius serangan Oreshnik dari wilayah Rusia.

Selain kecepatan tinggi, rudal ini dirancang untuk dapat membawa hulu ledak nuklir dan memiliki kemampuan membawa enam hulu ledak sekaligus melalui sistem Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicle (MIRV). Setiap hulu ledak tersebut dapat memuat enam submunisi peledak yang mampu mengincar sasaran terpisah secara bersamaan.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya sempat memberikan pernyataan mengenai kekuatan destruktif dari senjata taktis ini pada tahun 2024 lalu.

"Semua yang ada di pusat ledakan, hancur jadi debu," kata Putin.

Moskow juga mengklaim bahwa Oreshnik dibekali kemampuan untuk menghancurkan bunker pertahanan hingga kedalaman tiga sampai empat lantai di bawah tanah.

Analisis mengenai efektivitas serangan rudal canggih ini turut disampaikan oleh peneliti dari S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Dr Nah Liang Tuang.

"Bahkan dengan hulu ledak high explosive biasa, banyak target akan hancur. 1 Rudal ini setara dengan satu serangan udara secara keseluruhan," kata Dr Nah Liang Tuang, peneliti dari S Rajaratnam School of International Studies (RSIS).

Lebih lanjut, Nah Liang Tuang memaparkan bahwa saat ini pihak militer Ukraina sama sekali belum memiliki rudal anti-balistik yang mumpuni untuk menangkis terjangan Oreshnik.

Artikel terkait

Rekomendasi