Saan Mustopa Yakini Rupiah Menguat Setelah Pemaparan RAPBN 2027

Saan Mustopa Yakini Rupiah Menguat Setelah Pemaparan RAPBN 2027

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meyakini nilai tukar rupiah akan segera menguat setelah Presiden Prabowo Subianto memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR RI pada Rabu (20/5/2026) pagi, dilansir dari Nasional.

Keyakinan terhadap penguatan mata uang Indonesia tersebut didasarkan pada berbagai indikator ekonomi yang dijelaskan oleh Presiden Prabowo dalam sidang.

"Saya, apa itu kan menggambarkan dari yang disampaikan oleh Presiden dengan indikator-indikator yang tadi disampaikan itu juga menandakan optimisme bahwa Rupiah kita akan menguat. Saya yakin ya," kata Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR RI.

Saan Mustopa menilai bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah maupun pergerakan pasar saham yang terjadi saat ini merupakan kondisi wajar yang tidak perlu direspons secara berlebihan.

"Bahwa hari ini ada fluktuasi yang terkait dengan Rupiah maupun saham, itu menurut saya hal yang biasa saja, hal yang wajar," ucap Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR RI.

Politikus dari Partai Nasdem tersebut menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menahan pelemahan nilai tukar rupiah serta penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Tapi saya yakin pemerintah sudah mengantisipasi, sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah penurunan baik Rupiah terhadap dolar maupun juga indeks saham gabungan juga itu sudah disiapkan langkah-langkahnya yang ke depan insyaallah akan bisa tertahan dan mulai pulih kembali," kata Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR RI.

Menurut Saan Mustopa, penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo mencerminkan optimisme pemerintah terhadap situasi ekonomi nasional pada tahun depan, sekaligus membawa semangat patriotisme ekonomi sesuai Pasal 33 UUD 1945.

"Iya, apa yang disampaikan oleh Presiden ya terkait dengan soal kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal. Itu yang pertama tentu menggambarkan semangat heroisme, patriotisme dengan mengacu kepada Pasal 33," jelas Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR RI.

Kehadiran langsung Presiden Prabowo di parlemen dinilai memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam mengelola dan membangun perekonomian negara.

"Nah karena itu, maka apa penyampaian KEM dan pokok-pokok kebijakan fiskal ini dilakukan oleh Presiden ini sebagai sebuah kesungguhan pemerintah, dalam hal ini Presiden tentang untuk membangun perekonomian kita tahun depan," kata Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR RI.

Prabowo Subianto tercatat sebagai presiden pertama yang menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal tahunan pemerintah di hadapan DPR RI. Selain agenda tersebut, rapat paripurna turut membahas evaluasi perubahan kedua Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas 2026 dan pandangan fraksi mengenai RUU Polri.

Artikel terkait

Rekomendasi