Seorang peternak asal Desa Bangun Jaya, Muhammad Daffa Alyusri, memasok sapi jenis Brahman Cross seberat 830 kilogram untuk kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026. Sapi tersebut dibeli seharga Rp82 juta dan dijadwalkan untuk disembelih di Masjid Jamik Babussalam, Rokan Hulu.
Kabar terpilihnya hewan ternak tersebut membawa kebahagiaan mendalam bagi Alyusri, mengingat ini merupakan pengalaman pertamanya menjadi penyedia hewan kurban bagi kepala negara. Penentuan harga sebesar Rp82 juta tersebut dilansir dari Cahaya telah disesuaikan dengan nilai pasar yang berlaku saat ini.
"Sangat senang sekali. Ngak terduga," kata Alyusri, Peternak.
Alyusri mengungkapkan rasa syukur atas transaksi tersebut karena memberikan keuntungan yang layak baginya sebagai peternak lokal. Keberhasilan ini menjadi pencapaian signifikan setelah pada tahun-tahun sebelumnya sapi miliknya belum pernah lolos seleksi kurban kepresidenan.
"Sudah untung harga segitu bang. Makanya senang juga," kata Alyusri, Peternak.
Sapi jenis Brahman Cross ini merupakan peranakan Australia yang telah dirawat Alyusri selama dua tahun terakhir. Berdasarkan data berat yang diambil setelah Lebaran Idul Fitri lalu, bobot sapi diperkirakan masih akan terus meningkat seiring pemberian pakan yang intensif menjelang hari penyembelihan.
"Kalau sekarang dah tambah gemuk lah. Kan dikasih makanan terus. Tambah beratnya tapi harganya tetap," kata Alyusri, Peternak.
Riwayat kepemilikan sapi ini bermula ketika Alyusri membeli dua ekor sapi dalam kondisi sakit dari warga desa tetangga. Melalui perawatan rutin selama dua tahun, sapi yang semula tidak dilirik pembeli tersebut akhirnya tumbuh sehat hingga mencapai berat maksimal dan menarik minat pihak kepresidenan.
"Tahun lalu itu dipotong satu ekor. Karena mikir kok ngak laku-laku. Jadilah balik modal," kata Alyusri, Peternak.
Kini, Alyusri fokus menjaga kondisi kesehatan hewan tersebut agar tetap prima sebelum diantarkan ke lokasi tujuan. Penjualan sapi ini dinilai memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil penjualan ternak miliknya pada periode sebelumnya.
"Kalau yang sekarang ini, dah untung. Makanya senang," ujar Alyusri, Peternak.
Tanggung jawab pemeliharaan sepenuhnya berada di tangan Alyusri hingga waktu pengiriman tiba. Ia juga diamanahkan untuk mengantarkan langsung sapi kurban tersebut ke Masjid Jamik Babussalam untuk keperluan ibadah kurban Presiden.