SBY Soroti Dampak Nyata Perubahan Iklim Terhadap Masyarakat Rentan

SBY Soroti Dampak Nyata Perubahan Iklim Terhadap Masyarakat Rentan

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti dampak nyata perubahan iklim yang kian merugikan masyarakat miskin dan kelompok rentan pada acara International Conference di Perbanas Institute, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Bencana alam seperti banjir hingga kekeringan yang terjadi di berbagai wilayah menjadi bukti nyata dari fenomena global tersebut, seperti dilansir dari Detik Finance.

Masyarakat miskin dan kelompok yang rentan secara ekonomi menjadi pihak yang paling merasakan kesulitan ketika bencana alam akibat kerusakan iklim itu benar-benar melanda.

"Perubahan iklim bukan lagi prediksi yang jauh di masa depan. Kini, perubahan iklim telah menjadi pengalaman sehari-hari, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, naiknya permukaan laut, kerawanan pangan, dan bencana alam lainnya yang paling berdampak buruk bagi kaum miskin dan rentan," kata SBY, Mantan Presiden RI.

Keterlibatan Indonesia dalam upaya global menangani masalah ini sebenarnya sudah berlangsung lama, termasuk saat menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim di Bali pada 2007 silam.

"Ketika Indonesia berpartisipasi dalam diplomasi iklim global, termasuk Konferensi Perubahan Iklim di Bali pada 2007, kita belajar bahwa negara berkembang harus menjadi bagian dari solusi," ujar SBY, Mantan Presiden RI.

Partisipasi aktif tersebut dinilai menjadi simbol penting bahwa negara berkembang memiliki andil besar dan peran yang krusial dalam mengatasi permasalahan iklim di tingkat dunia.

"Saya sering mengatakan bahwa dalam hal kolaborasi kita dalam memerangi perubahan iklim, negara-negara kaya dan negara-negara maju harus memimpin. Namun negara-negara berkembang, seperti banyak negara lain seperti Indonesia, harus berbuat lebih banyak. Ini adalah kolaborasi yang adil di arena internasional," tegas SBY, Mantan Presiden RI.

Artikel terkait

Rekomendasi