Yayasan nasional SeeAbility menggelar upaya pemecahan Guinness World Records untuk kategori peserta terbanyak dalam instalasi potret langsung selama 48 jam di Potters Fields Park, dekat Tower Bridge, London pusat.
Acara seni publik ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 28 Mei dan Jumat, 29 Mei 2026, sebagai upaya mengumpulkan dana serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Special Schools Eye Care Service.
Program pelayanan tersebut berfokus pada penyediaan tes mata dan kacamata gratis bagi anak-anak di berbagai sekolah luar biasa (SLB) di sepanjang wilayah selatan Inggris.
"This incredible GUINNESS WORLD RECORDS title attempt is a major public moment for eye care and inclusion." kata Lisa Hopkins, Chief Executive SeeAbility.
Melalui aksi pemecahan rekor ini, pihak yayasan berupaya membuka akses layanan kesehatan mata dasar yang selama ini sulit dijangkau oleh kelompok anak-anak berkebutuhan khusus.
"No one should miss decades of sight because they were never given access to basic eye care." tutur Lisa Hopkins.
Ia juga menambahkan bahwa potret setiap individu yang berpartisipasi dalam pembuatan mural raksasa ini menjadi simbol pemenuhan hak bagi semua orang untuk dapat melihat dunia secara jelas.
"Every face in the mural represents someone who deserves to see the world clearly." ujar Lisa Hopkins.
Guna menyukseskan agenda ini, SeeAbility menargetkan partisipasi minimal dari 800 orang warga agar rekor dunia tersebut dapat resmi terpecahkan.
"Come along, be illustrated into the artwork, and help shine a light on an issue too often overlooked." kata Lisa Hopkins.
Masyarakat dapat menghadiri lokasi acara mulai pukul 10.00 hingga 21.00 pada hari Kamis, atau mulai pukul 10.00 sampai target tantangan terpenuhi sekitar pukul 18.00 pada hari Jumat.
Setiap pengunjung yang datang akan difoto menggunakan kamera Polaroid, lalu hasil potret tersebut digambar langsung oleh seniman lokal Luke Embden dan Alex the Doodler pada mural berukuran lima kali tiga meter.
Partisipasi dalam acara ini tidak dipungut biaya, namun panitia menerima donasi sukarela serta menyediakan layanan pemesanan cetakan hasil akhir mural bagi warga yang berminat.
Berdasarkan data organisasi, SeeAbility berfokus mendampingi penyandang disabilitas belajar dan autisme yang juga mengalami gangguan penglihatan.
Anak-anak dengan disabilitas belajar memiliki risiko 28 kali lebih tinggi untuk mengalami masalah penglihatan serius, namun akses mereka ke layanan kesehatan mata konvensional sangat terbatas.
Dari sekitar 28.000 anak dan remaja di SLB seluruh London, SeeAbility memperkirakan setengahnya mengalami gangguan penglihatan dengan data empat dari 10 anak belum pernah menjalani tes mata sama sekali.
Masyarakat yang ingin bergabung dapat langsung datang ke lokasi acara, atau melakukan pendaftaran lebih awal yang telah disediakan oleh pihak SeeAbility melalui platform Eventbrite.