Mengenal Sejarah Hari Istiqlal dan Maknanya bagi Indonesia

Mengenal Sejarah Hari Istiqlal dan Maknanya bagi Indonesia

Hari Istiqlal diperingati setiap tanggal 22 Februari di Indonesia sebagai sebuah momen bersejarah yang berkaitan erat dengan keberadaan Masjid Istiqlal. Tempat ibadah ini bukan sekadar bangunan, melainkan masjid nasional terbesar di Asia Tenggara sekaligus salah satu yang paling luas di dunia.

Nama Istiqlal sendiri diambil dari bahasa Arab yang memiliki arti kemerdekaan atau kedaulatan. Dilansir dari Caritahu, penamaan ini mencerminkan semangat bangsa Indonesia yang berhasil lepas dari penjajahan serta bentuk penghormatan terhadap kebebasan beragama bagi umat Islam.

Gagasan untuk mendirikan masjid nasional muncul sesaat setelah Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945. Ide awal tersebut dicetuskan oleh KH. Wahid Hasyim yang merupakan Menteri Agama pertama RI, dengan dukungan dari tokoh-tokoh seperti H. Agus Salim dan Anwar Tjokroaminoto.

Presiden Soekarno memberikan dukungan kuat terhadap rencana besar ini. Pada 7 Desember 1954, Yayasan Masjid Istiqlal resmi dibentuk untuk mulai merealisasikan proyek pembangunan tersebut.

Sebuah sayembara desain diadakan pada 22 Februari 1955 hingga 30 Mei 1955 yang diikuti oleh 30 peserta. Friedrich Silaban, seorang arsitek beragama Kristen Protestan, keluar sebagai pemenang desain masjid nasional ini.

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Presiden Soekarno pada 24 Agustus 1961. Momen ini dipilih karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Proses Pembangunan dan Peresmian

Proses pembangunan Masjid Istiqlal memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 17 tahun dari 1961 hingga 1978. Tantangan ekonomi dan situasi politik pasca-Orde Lama menjadi faktor utama lambatnya penyelesaian proyek tersebut.

Masjid Istiqlal akhirnya diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Peresmian tersebut ditandai dengan pemasangan prasasti di area tangga pintu As-Salam, yang kemudian menjadi dasar penetapan Hari Istiqlal setiap tahunnya.

Lokasi masjid yang berada tepat berseberangan dengan Gereja Katedral Jakarta menjadi simbol nyata toleransi. Kehadiran Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan keduanya kini menjadi ikon kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Momen Hari Istiqlal di Bulan Ramadan 2026

Secara historis, peresmian pada tahun 1978 sebenarnya tidak terjadi di bulan Ramadan. Namun, pada tahun 2026, Hari Istiqlal jatuh di awal bulan suci Ramadan, tepatnya sekitar hari ketiga atau keempat masa puasa.

Kondisi ini memberikan nuansa spiritual yang lebih mendalam bagi umat Islam. Peringatan kedaulatan negara dirayakan bersamaan dengan pelaksanaan ibadah sholat tarawih, tadarus Al-Qur'an, dan kegiatan keagamaan lainnya di pusat masjid nasional.

Masjid Istiqlal senantiasa menjadi titik pusat kegiatan selama bulan suci. Berbagai program mulai dari sholat tarawih bersama qari internasional hingga pembagian takjil gratis selalu menarik antusiasme masyarakat.

Terdapat pula program inovatif seperti Ramadan Hijau yang mengusung tema lingkungan dan eko-teologi. Pada sepuluh hari terakhir Ramadan, masjid ini tetap dibuka selama 24 jam penuh untuk memfasilitasi umat yang ingin melaksanakan ibadah itikaf secara intensif.

Artikel terkait

Rekomendasi