Mengenal Sejarah Lahirnya Pancasila yang Diperkenalkan Ir Soekarno

Mengenal Sejarah Lahirnya Pancasila yang Diperkenalkan Ir Soekarno

Proses panjang perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan melahirkan Pancasila sebagai dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945. Momen bersejarah ini terjadi di tengah masa pendudukan Jepang pada akhir Perang Dunia II.

Dikutip dari Suara, penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila didasarkan pada keputusan resmi pemerintah melalui Keppres Nomor 24 Tahun 2016.

Tekanan berat dari pasukan Sekutu di Pasifik pada awal 1945 membuat Jepang mulai mendekati rakyat Indonesia. Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan demi mendapatkan dukungan masyarakat.

Letnan Jenderal Kumakichi Harada selaku Panglima Tentara Jepang di Jawa mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Chosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Maret 1945.

Badan ini resmi dibentuk pada 29 April 1945. BPUPKI kemudian melaksanakan sidang perdana mulai 29 Mei hingga 1 Juni 1945 di gedung Chuo Sangi In yang sekarang dikenal sebagai Gedung Pancasila di Jalan Pejambon, Jakarta.

Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat memimpin lembaga ini sebagai ketua dengan anggota sebanyak 67 orang. Keanggotaan badan ini melibatkan tokoh-tokoh nasionalis seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, dan Soepomo.

BPUPKI memikul tugas utama untuk menyelidiki sekaligus merumuskan dasar negara serta bentuk pemerintahan Indonesia setelah merdeka nanti.

Sidang BPUPKI dan Lahirnya Pancasila

Sidang pertama BPUPKI tersebut berlangsung selama empat hari berturut-turut. Muhammad Yamin menyampaikan usulan mengenai lima dasar negara pada 29 Mei 1945.

Dua hari berselang, tepatnya pada 31 Mei 1945, Soepomo turut memaparkan gagasan miliknya. Namun, puncak dari rangkaian sidang ini terjadi pada 1 Juni 1945 saat Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya.

Ir. Soekarno mengusulkan lima prinsip dasar negara melalui pidato lisan tanpa teks tertulis yang berjudul "Lahirnya Pancasila". Rumusan dasar negara tersebut mendapat penerimaan secara aklamasi oleh seluruh peserta sidang.

Nama Pancasila diambil dari bahasa Sanskerta, dengan kata panca yang berarti lima dan sila yang bermakna prinsip atau dasar.

Kelima sila yang diajukan oleh Ir. Soekarno meliputi:

1. Kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan

3. Mufakat atau Demokrasi

4. Kesejahteraan Sosial

5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Falsafah negara ini ditegaskan oleh Soekarno harus mampu menjadi fondasi yang mencerminkan jiwa bangsa Indonesia yang sangat beragam.

Alasan Pemilihan Tanggal 1 Juni

Penetapan tanggal 1 Juni mengacu pada momen pertama kalinya konsep Pancasila diperkenalkan secara resmi dan utuh kepada publik oleh Soekarno.

Pidato Ir. Soekarno berhasil menyatukan serta memberikan nama pada rumusan dasar negara yang sebelumnya sempat diusulkan oleh beberapa tokoh lain secara terpisah.

Panitia Sembilan kemudian melanjutkan proses perumusan ini hingga menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Pada dokumen tersebut, sila pertama mengalami perubahan menjadi "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya".

Pancasila akhirnya disahkan secara resmi dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945. Meski melalui beberapa perubahan, 1 Juni tetap diperingati sebagai hari lahir karena menjadi titik awal pemikiran mendasar tersebut.

Relevansi Nilai Pancasila

Pancasila hadir sebagai jawaban atas kebutuhan untuk mempersatukan kemajemukan masyarakat. Jalan tengah yang inklusif ditawarkan oleh gagasan ini di tengah potensi perpecahan karena perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan.

Berbagai tantangan kontemporer seperti radikalisme, intoleransi, dan arus globalisasi masih dapat dijawab menggunakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Peristiwa pada 1 Juni 1945 ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Artikel terkait

Rekomendasi