Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Kris Ade Sudiyono, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (15/05/2026) pukul 14.30 WIB di Rumah Sakit Columbia Asia BSD. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Bendahara ATI, M Ramdani Basri, sebagaimana dilansir dari Kompas.
Organisasi ATI beserta seluruh jajaran anggotanya menyatakan duka cita mendalam atas kepergian sosok yang dikenal sebagai inovator di sektor layanan infrastruktur tersebut. Ramdani Basri memberikan penegasan mengenai dedikasi almarhum selama masa jabatannya di organisasi.
"Semangat, dedikasi, dan kepedulian beliau menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata," ujar Ramdani Basri, Bendahara ATI.
Peran Kris Ade dianggap sangat krusial dalam membangun sinergi antara asosiasi dengan pihak kementerian maupun masyarakat luas selaku pengguna jalan raya. Jasa-jasa almarhum dalam memajukan industri jalan tol akan tetap menjadi catatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Jasa dan pengabdian beliau akan selalu mengenang," imbuh Ramdani Basri, Bendahara ATI.
Sebelum wafat, almarhum sempat terlibat aktif memberikan tinjauan teknis mengenai kesiapan infrastruktur nasional dalam menyambut masa libur panjang. Pada Senin (09/03/2026) di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Kris Ade memberikan pernyataan mengenai kualitas jalur bebas hambatan.
"Evaluasi saya hampir semuanya dalam kondisi prima," ujar Kris Ade Sudiyono, Sekretaris Jenderal ATI.
Kris Ade berulang kali menekankan bahwa aspek keselamatan tidak hanya bertumpu pada kesiapan fasilitas fisik, melainkan juga perilaku pengguna jalan di lapangan. Ia memberikan pesan kepada para pengemudi untuk melakukan perencanaan perjalanan yang matang demi kenyamanan bersama.
"Aturlah rencana mudik dan balik Lebaran ini secara bijaksana," kata Kris Ade Sudiyono, Sekretaris Jenderal ATI.
Selain itu, kepatuhan terhadap instruksi petugas lapangan menjadi poin penting yang selalu diingatkan oleh almarhum. Ia menaruh perhatian besar pada kelancaran arus lalu lintas di jalur-jalur yang bersifat fungsional.
"Harapan saya masyarakat yang akan menggunakan jalur-jalur fungsional untuk mengikuti informasi maupun panduan petugas," ujar Kris Ade Sudiyono, Sekretaris Jenderal ATI.
Pesan terakhir almarhum juga mencakup aspek teknis kendaraan seperti tekanan ban dan ketersediaan saldo uang elektronik sebelum berkendara. Fokus dan kondisi fisik pengemudi menjadi imbauan penutup yang ditekankan untuk mencegah terjadinya kecelakaan fatal.