Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung 2026 melalui tiga jalur seleksi utama tanpa menerapkan sistem zonasi pada Senin (25/5/2026). Langkah ini memicu perhatian terkait kesiapan kurikulum, objektivitas seleksi, dan potensi intervensi nonprosedural dari pihak luar.
Pendaftaran ini tidak lagi mengakomodasi jalur zonasi, afirmasi, maupun perpindahan orang tua. Alokasi kuota dibagi menjadi jalur Prestasi Akademik sebesar 70 persen, Prestasi Nonakademik 20 persen, dan Potensi Akademik sebesar 10 persen dengan total daya tampung 320 siswa untuk 10 rombongan belajar.
Jalur Prestasi Nonakademik memberikan peluang bagi penghafal Al Quran minimal tujuh hingga delapan juz yang dibuktikan dengan surat keterangan resmi. Kategori nonakademik lainnya mencakup prestasi bidang olahraga, seni, hingga kepemimpinan seperti pengurus OSIS, PMR, Paskibra, dan Pramuka.
Wakasek Humas SMAN 5 Bandung, Dadan Hamdani, memaparkan persyaratan teknis untuk pendaftar lewat jalur tahfidz. Keabsahan sertifikat atau surat keterangan mutlak diperlukan untuk menghindari penyalahgunaan dokumen.
"Kalau untuk hafalan Quran itu minimal tujuh atau delapan juz sudah setara dengan tingkat satu nasional nonakademik," ujar Dadan Hamdani, Wakasek Humas SMAN 5 Bandung.
Dadan Hamdani menegaskan bahwa kemampuan hafalan tersebut tidak bisa hanya berupa klaim sepihak dari calon peserta didik. Proses verifikasi tetap melibatkan pengujian dokumen dari instansi yang memiliki otoritas resmi.
"Iya, ada surat keterangannya dan yang memvalidasi harus lembaga yang kredibel," kata Dadan Hamdani.
Di sisi lain, ketentuan bagi jalur Potensi Akademik mengharuskan calon siswa mengantongi IQ minimal 130 dari lembaga resmi yang terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Jalur Prestasi Akademik sendiri mengombinasikan nilai rapor, Tes Kompetensi Akademik (TKA), serta piagam olimpiade tingkat provinsi hingga nasional.
Penerapan syarat ketat ini mendapat sorotan menyusul kekhawatiran terjadinya manipulasi sertifikat IQ dari lembaga tidak kredibel serta potensi titipan siswa nonprosedural. Isu intervensi tersebut jamak ditemui di 41 sekolah favorit yang kini ditunjuk menjadi Sekolah Maung, seperti SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung, karena tingginya angka kelulusan siswa mereka di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Daftar Sekolah Maung di Jawa Barat tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota berdasarkan data penunjukan dari pemerintah provinsi.
Berikut daftar lengkap Sekolah Maung berdasarkan urutan Cabang Dinas:
| No | Nama Sekolah | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1 | SMA Negeri 2 Cibinong | Kabupaten Bogor |
| 2 | SMA Negeri 1 Bogor | Kota Bogor |
| 3 | SMA Negeri 1 Depok | Kota Depok |
| 4 | SMA Negeri 1 Bekasi | Kota Bekasi |
| 5 | SMA Negeri 1 Sukatani | Kabupaten Bekasi |
| 6 | SMA Negeri 1 Subang | Kabupaten Subang |
| 7 | SMA Negeri 1 Purwakarta | Kabupaten Purwakarta |
| 8 | SMA Negeri 5 Karawang | Kabupaten Karawang |
| 9 | SMA Negeri 2 Kota Sukabumi | Kota Sukabumi |
| 10 | SMA Negeri 1 Pelabuhan Ratu | Kabupaten Sukabumi |
| 11 | SMA Negeri 1 Cisarua | Kabupaten Bandung Barat |
| 12 | SMA Negeri 1 Cianjur | Kabupaten Cianjur |
| 13 | SMA Negeri 3 Bandung | Kota Bandung |
| 14 | SMA Negeri 5 Bandung | Kota Bandung |
| 15 | SMA Negeri 3 Cimahi | Kota Cimahi |
| 16 | SMA Negeri 1 Soreang | Kabupaten Bandung |
Koran Pikiran Rakyat dalam pemberitaannya sempat menyoroti potensi kerentanan sistem seleksi ini dari praktik titipan siswa di luar prosedur resmi. Apabila objektivitas runtuh demi kepentingan pihak tertentu, hak anak-anak yang kompeten akan terenggut sekaligus menggugurkan esensi dari konsep manusia unggul itu sendiri.