Senat Amerika Serikat menolak memasukkan usulan anggaran keamanan proyek ruang dansa Donald Trump senilai 1 miliar dolar AS ke dalam rancangan undang-undang pendanaan penegakan hukum imigrasi pada Kamis, 21 Mei 2026.
Langkah penolakan dari internal Partai Republik ini dipicu oleh kekhawatiran para pengambil kebijakan terkait pengalihan dana pembayar pajak di tengah melonjaknya biaya hidup masyarakat menjelang pemilihan paruh waktu November.
Tekanan Gedung Putih sebelumnya membuat perwakilan Republik berusaha memasukkan dana keamanan tersebut ke dalam paket anggaran penegakan hukum imigrasi (ICE) dan Patroli Perbatasan yang bernilai total sekitar 70 miliar dolar AS.
Asisten Kepala Staf Kebijakan dan Penasihat Keamanan Dalam Negeri Gedung Putih Stephen Miller memberikan pembelaan terkait alokasi dana lain sebesar 1,776 miliar dolar AS untuk kompensasi warga yang diklaim salah dituntut oleh pemerintah federal.
"That’s a good closing question only because it allows me to say this, which is that the- we lived through four years of– more than four years, actually, but I’ll just say four years in this case, of unimaginable weaponization of the federal government against innocent people," ujar Stephen Miller, Asisten Kepala Staf Gedung Putih.
Pernyataan tersebut disampaikan Miller setelah menanggapi penolakan dari 25 senator Republik dalam pertemuan tertutup bersama penjabat Jaksa Agung Todd Blanche mengenai dana ganti rugi kasus hukum federal.
"We’ve had so many lives- it really goes back to, I would say, further, but so many lives destroyed, so many livelihoods ruined, so many people who were deprived of their fundamental rights and freedoms as American citizens. And this settlement is just a small measure of the justice that they are owed," kata Stephen Miller, Asisten Kepala Staf Gedung Putih.
Di sisi lain, Donald Trump memberikan klarifikasi terpisah mengenai perbedaan antara fungsi ruang dansa baru dengan peningkatan fasilitas keamanan nasional yang terintegrasi bersama militer dan Secret Service.
"I really don’t know. I don’t need money for the ballroom, I’m making a gift of the ballroom. We’re on time, on budget, it’s going beautifully. I have all the money I need, I’m making a gift to the United States. The ballroom is paid for, it’s a gift," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump menambahkan bahwa pembiayaan tambahan yang diusulkan berkaitan erat dengan aspek keamanan nasional, seperti pembangunan pelabuhan drone dan pemasangan kaca tahan peluru di area kompleks tersebut.
"If they want to spend money securing the White House, I think it would be very much a good expenditure," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ketika dikonfirmasi mengenai potensi penolakan mutlak dari pihak kongres terhadap anggaran keamanan tersebut, Trump menegaskan risiko yang dihadapi oleh kompleks istana kepresidenan.
"Well, the White House won’t be a very secure place," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengakui adanya kendala internal dalam penghitungan suara dukungan dari fraksi Republik serta penyesuaian aturan parlemen terkait isi dokumen anggaran tersebut.
"There’s always a consequence with taking on United States senators," kata John Thune, Pemimpin Mayoritas Senat AS.
Thune menjelaskan tantangan mengonsolidasikan agenda legislatif di tengah manuver politik presiden.
"[The president] obviously has his favorites and people he wants to endorse and that’s his prerogative. But what we have to deal with up here is moving the agenda, and obviously that can become slightly more complicated," kata John Thune, Pemimpin Mayoritas Senat AS.
Senator Republik John Kennedy menyatakan pembahasan regulasi ini berpotensi mengulang proses dari awal karena hilangnya dukungan suara akibat dicoretnya alokasi dana keamanan Gedung Putih.
"back to square one" kata John Kennedy, Senator Republik.
Penolakan serupa disampaikan Senator Thom Tillis yang menilai upaya pemaksaan paket keamanan ini sebagai langkah keliru karena minimnya dukungan Senat, sebagaimana dilaporkan oleh Associated Press.
"bad idea" kata Thom Tillis, Senator Republik.