Serikat Guru Meksiko Ancam Mogok Nasional Saat Piala Dunia 2026

Serikat Guru Meksiko Ancam Mogok Nasional Saat Piala Dunia 2026

Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Meksiko kini dibayangi oleh ancaman aksi mogok nasional dari para tenaga pendidik. Langkah ini diambil oleh serikat guru Komite Koordinasi Nasional Pekerja Pendidikan (CNTE) sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kesejahteraan pemerintah.

Seperti dilansir dari Suara, serikat guru CNTE menegaskan bahwa aksi besar-besaran akan segera dilaksanakan apabila pemerintah tidak kunjung mengabulkan tuntutan terkait kenaikan upah dan reformasi sistem pensiun.

Pihak CNTE menyatakan bahwa tuntutan yang mereka ajukan bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar lagi. Mereka mendesak adanya upah yang lebih layak, kepastian jaminan kerja, serta sistem pensiun yang lebih manusiawi bagi seluruh pekerja pendidikan.

“Kami tidak hanya berjuang untuk guru, tetapi untuk seluruh pekerja yang hak pensiun layaknya sedang terancam,” tulis CNTE dalam pernyataan resminya seperti dilansir dari Al Jazeera.

Gelombang protes ini sempat memuncak pada peringatan Hari Guru, di mana ribuan pendidik memadati jalan-jalan di ibu kota dengan membawa berbagai poster dan spanduk tuntutan. Mereka secara khusus mengecam Undang-Undang ISSSTE 2007 yang dinilai merugikan karena mengatur ulang sistem pensiun pegawai negeri.

“Tidak ada yang pantas dirayakan ketika jutaan pekerja menghadapi pensiun yang sangat kecil,” tegas CNTE.

Ketegangan antara pihak pendidik dan otoritas setempat sebenarnya telah meningkat setelah munculnya kebijakan percepatan akhir tahun ajaran dari 15 Juli menjadi 5 Juni. Pemerintah beralasan langkah tersebut diambil karena adanya gelombang panas ekstrem serta potensi benturan jadwal dengan pelaksanaan Piala Dunia 2026. Namun, aturan tersebut akhirnya dibatalkan akibat menuai gelombang kritik dari serikat guru dan asosiasi orang tua murid.

Aksi demonstrasi yang digerakkan oleh para guru bukan merupakan fenomena baru di negara ini. Pada tahun lalu, gerakan serupa terkait tuntutan penyesuaian upah bahkan sempat melumpuhkan aktivitas operasional penerbangan di Bandara Internasional Benito Juarez.

Pemerintah Meksiko sebenarnya telah menawarkan solusi berupa rencana kenaikan gaji sebesar 10 persen serta kompensasi tambahan cuti selama satu minggu. Kendati demikian, serikat pekerja menganggap tawaran tersebut masih belum menyentuh akar permasalahan mendasar mengenai kesejahteraan tenaga pendidik.

CNTE menyatakan bahwa ancaman mogok kerja selama momentum Piala Dunia ini menjadi bagian dari rangkaian perjuangan panjang hak-hak buruh. Para guru sengaja memanfaatkan perhatian global terhadap ajang sepak bola internasional tersebut agar krisis pendidikan dan kesejahteraan pekerja di Meksiko dapat menjadi sorotan dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi