Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiagakan sekitar 1.600 personel gabungan dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional 2026 di Griya Agung, Palembang. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi musim kemarau yang lebih kering akibat fenomena El Nino yang diprediksi memuncak pada Agustus mendatang.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, memimpin langsung personel dari unsur TNI, Polri, BPBD, instansi pemerintah, hingga kelompok masyarakat peduli api. Dilansir dari Suara, pemerintah secara resmi mengaktifkan kembali Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla Nasional 2026 untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum.
Data Kementerian Kehutanan menunjukkan penurunan luas karhutla di Sumatera Selatan dari 15.422 hektare pada 2024 menjadi 5.939 hektare pada 2025. Hingga April 2026, tercatat luas kebakaran mencapai 79,95 hektare, namun kewaspadaan ditingkatkan karena BMKG memprediksi musim kering datang lebih awal.
Sektor swasta melalui APP Group turut mengerahkan sumber daya manusia dan teknologi, termasuk drone pemantau serta helikopter patroli. Perusahaan menerapkan pendekatan Integrated Fire Management (IFM) yang mencakup empat pilar utama dalam mitigasi bencana di wilayah operasional mitra pemasok mereka.
Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, menjelaskan bahwa koordinasi menyeluruh mencakup pencegahan berbasis masyarakat dan kesiapan respons cepat di lapangan guna memastikan efektivitas penanggulangan.
"Melalui pendekatan Integrated Fire Management, kami memastikan seluruh upaya penanggulangan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan berbasis masyarakat, pemantauan berbasis teknologi, hingga kesiapan respon cepat di lapangan. Namun, kami meyakini bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah, aparat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur kebersamaan harus terus kita hidupkan, agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," ujar Suhendra Wiriadinata, Direktur APP Group.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memberikan apresiasi terhadap langkah sektor usaha yang mengedepankan teknologi pemantauan waktu nyata dan pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya mengubah praktik pengolahan lahan tradisional agar tidak menggunakan metode pembakaran.
"Karena kita tidak boleh menunggu hingga api membesar sehingga pencegahan harus menjadi prioritas utama." kata Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan di wilayah lahan basah dan daratan, mitra pemasok APP Group menyiagakan 907 personel RPK serta 48 personel Tim Reaksi Cepat. Armada pendukung yang disiapkan meliputi 3 helikopter patroli, 2 helikopter water bombing, 2 unit airboat, 84 speedboat, serta ratusan kendaraan operasional darat.