Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Idul Adha 17 Mei 2026

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Idul Adha 17 Mei 2026

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia berencana menyelenggarakan sidang isbat guna menentukan permulaan bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah sekaligus menetapkan waktu perayaan Idul Adha 2026.

Forum musyawarah ini akan mempertemukan unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, serta para pakar astronomi dan ahli falak sebagai rujukan resmi ibadah kurban di tanah air.

Dikutip dari Info, Kemenag menjadwalkan pelaksanaan sidang isbat pada Minggu, 17 Mei 2026, yang bertepatan dengan tanggal 29 Zulkaidah 1447 Hijriah.

Pertemuan krusial ini bakal dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, untuk mengambil keputusan final mengenai penanggalan hari besar tersebut.

Proses penentuan awal Dzulhijjah dilakukan melalui beberapa fase sistematis untuk menjaga akurasi dan transparansi informasi kepada publik.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan seminar posisi hilal yang dipaparkan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag berdasarkan perhitungan astronomi mengenai visibilitas bulan sabit baru.

Sesi ini biasanya dibuka untuk umum melalui siaran langsung agar masyarakat dapat memahami landasan ilmiah di balik prakiraan tanggal yang muncul.

Setelah paparan ilmiah selesai, agenda berlanjut ke sidang utama yang bersifat tertutup untuk mendengarkan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pantau di seluruh penjuru Indonesia.

Menteri Agama akan memimpin langsung pengambilan keputusan bersama perwakilan ormas Islam sebelum akhirnya menetapkan tanggal satu Dzulhijjah 1447 H secara legal.

Hasil kesepakatan tersebut kemudian diumumkan secara luas melalui konferensi pers yang disiarkan oleh berbagai kanal media elektronik dan digital.

Prakiraan Tanggal Hari Raya Idul Adha

Meskipun keputusan resmi baru akan diambil pada pertengahan Mei, data hisab awal menunjukkan adanya potensi kesamaan waktu pelaksanaan ibadah.

Berdasarkan Kalender Hijriah 2026 yang dirilis Kemenag, Hari Raya Idul Adha 1447 H diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, memberikan penjelasan mengenai kriteria teknis yang menjadi acuan awal.

"Tinggi hilal diperkirakan berada di atas 3 derajat dengan elongasi lebih dari 6,4 derajat sehingga secara teori memenuhi syarat imkan rukyat," ujar Abu Rokhmad.

Kondisi tersebut diprediksi telah memenuhi standar kriteria visibilitas hilal MABIMS yang menjadi rujukan dalam menentukan pergantian bulan dalam kalender Islam.

Kendati demikian, pihak pemerintah mengingatkan bahwa data tersebut masih bersifat prediksi awal dan hasil akhirnya tetap bergantung pada sidang isbat tanggal 17 Mei nanti.

Artikel terkait

Rekomendasi