Sinergi Orang Tua dan Guru Kunci Karakter Anak di Era Modern

Sinergi Orang Tua dan Guru Kunci Karakter Anak di Era Modern

Kolaborasi antara pihak sekolah dan keluarga menjadi fondasi krusial dalam membentuk kepribadian serta sudut pandang generasi muda di masa kini. Seperti dilansir dari Suara, lembaga pendidikan Hope Intercultural School (HIS) PIK2 menyelenggarakan Parents Seminar bertajuk Worldview Matters Most untuk mengulas pentingnya keselarasan tersebut.

Acara yang berlangsung di kawasan PIK2 ini mendatangkan Aileen H. Riady dan Soekarmini sebagai pembicara utama. Pertemuan ini berfokus pada pembahasan mengenai pentingnya keterpaduan pola didik di rumah dan sekolah demi menanamkan nilai-nilai kehidupan pada anak.

Menurut pandangan Soekarmini, tenaga pendidik tidak dapat bergerak sendiri untuk mewujudkan atmosfer belajar yang kondusif dan nyaman bagi para murid. Peran serta orang tua dinilai menjadi elemen penentu bagi perkembangan optimal anak.

“Kerja sama antara orang tua dan guru sangat penting. Saya percaya guru ingin kelasnya berada dalam kondisi peaceful, aman, dan nyaman. Namun, suasana itu membutuhkan dukungan dari rumah,” ujar Soekarmini.

Ia menambahkan bahwa pola komunikasi yang harmonis antara pihak sekolah dan rumah akan meningkatkan rasa aman pada anak. Kondisi tersebut juga mempermudah anak dalam memahami batasan, tanggung jawab, serta prinsip moral di lingkungan mereka.

“Ketika orang tua dan guru saling mendukung, anak akan lebih mudah memahami nilai yang ingin dibangun. Mereka juga merasa lebih aman karena lingkungan di sekitarnya punya arah yang sama,” katanya.

Membangun Cara Pandang Kuat Hadapi Arus Informasi

Pada sesi lain, Aileen H. Riady menyoroti berbagai tantangan yang kini dihadapi oleh generasi muda. Menurutnya, anak-anak jaman sekarang tumbuh di era perputaran informasi yang sangat masif sehingga memerlukan fondasi berpikir yang kokoh.

“Anak-anak perlu dipersiapkan untuk berani menghadapi tantangan. Bukan hanya bertahan atau defend, tetapi juga kita dorong agar mereka bisa berinovasi dan melakukan hal yang positif,” ujar Aileen.

Ia juga memaparkan bahwa worldview atau cara pandang seseorang akan menentukan bagaimana mereka menilai diri sendiri, sesama, hingga masa depan. Oleh karena itu, orang tua dituntut untuk terlibat aktif lebih dari sekadar mengawasi fisik anak.

“Cara pandang anak akan memengaruhi pilihan dan tindakan mereka. Karena itu, orang tua perlu hadir untuk membimbing, bukan hanya mengawasi,” katanya.

Dampak Praktis Terhadap Pola Asuh

Manfaat dari pemaparan ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta bernama Laura. Ia mendapatkan wawasan baru mengenai metode pengasuhan yang bisa diterapkan langsung di dalam keluarga.

“Seminar ini membuka pikiran saya. Ternyata membentuk anak bukan hanya soal memberi nasihat, tetapi juga soal memberi contoh dan membangun kebiasaan yang konsisten,” ujar Laura.

Melalui agenda seminar ini, HIS PIK2 berkomitmen memfasilitasi ruang diskusi bagi para orang tua dalam mengawal edukasi moral anak. Pihak sekolah menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai hidup idealnya dimulai sejak usia dini secara sadar sekaligus berkesinambungan.

Artikel terkait

Rekomendasi