Aysylla Naila Sari, siswi MTsN 1 Malang berusia 15 tahun, menuntaskan ujian akhir sekolah melalui aplikasi di ponsel pintarnya saat berada di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (6/5/2026). Dilansir dari Cahaya, Ays merupakan jemaah haji termuda asal Kabupaten Malang yang berangkat pada musim haji 2026.
Remaja yang akrab disapa Ays ini harus membagi waktu antara jadwal ibadah dan kewajiban akademis karena jadwal keberangkatan hajinya berbenturan dengan pekan ujian kelulusan. Pihak sekolah memberikan dukungan dengan mengizinkan Ays mengerjakan soal ujian secara daring dari Tanah Suci.
"Jadi mengerjakan ujiannya di Madinah," cerita Ays, jemaah haji termuda Kabupaten Malang.
Meskipun masa tinggal rombongannya di Madinah terpangkas menjadi hanya tujuh hari akibat kendala penerbangan di Medan, Ays tetap fokus menyelesaikan 12 mata pelajaran. Proses pengerjaan ujian dilakukan selama lima hari berturut-turut di sela-sela aktivitas ibadahnya.
"Ujiannya pakai HP, pakai aplikasi CBT," tutur Ays.
Ia mengaku merasa lega karena beban ujian tulis telah berhasil dilewati dengan baik di tengah suasana kota Madinah. Ays masih memiliki tugas tambahan berupa rekaman praktik olahraga dan seni yang harus dikirimkan ke sekolah setelah ini.
"Alhamdulillah lancar semua," tambahnya.
Keberangkatan Ays pada usia muda merupakan hasil perencanaan jangka panjang ayahnya yang berprofesi sebagai nelayan. Sang ayah mendaftarkan Ays untuk berhaji sejak ia masih berusia di bawah dua tahun guna menghindari antrean panjang.
"Waktu itu didaftarkan saat usia 1 tahun 8 bulan," kenang Ays.
Meskipun sudah pernah melaksanakan ibadah umrah pada tahun sebelumnya, Ays merasakan atmosfer yang sangat berbeda pada perjalanan haji kali ini. Ia mencatat perbedaan signifikan mulai dari fasilitas akomodasi hingga perjalanan menuju masjid.
"Vibes-nya itu berbeda gitu sama umrah, terus juga perjalanan ke masjidnya itu juga beda, hotelnya juga beda," jelas Ays.
Berdasarkan pengalamannya beribadah di usia remaja, Ays menyarankan agar para orang tua mendaftarkan anak-anak mereka sejak dini. Hal ini bertujuan agar jemaah dapat menjalankan rukun haji dalam kondisi fisik yang masih prima.
"Karena kalau (berangkat saat) sudah tua, sudah sepuh-sepuh itu, kasihan lihatnya. Jadi mumpung masih usia muda, cepat-cepat daftar aja," pesannya.
Setelah menyelesaikan rangkaian ujian di Madinah, Ays kini telah berada di Makkah untuk bersiap menghadapi puncak ibadah haji. Ia bersama kakaknya telah menyelesaikan umrah wajib dan kini fokus menjaga stamina fisik.
"Sudah dikargoin juga, 20 kilo," pungkas Ays mengenai oleh-oleh yang dibelinya.