Sebanyak 21.995 siswa lulusan SMA penerima Program Indonesia Pintar (PIP) berhasil lolos dalam Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026 sekaligus ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah pada Sabtu (4/4/2026). Jumlah tersebut mencakup 67 persen dari keseluruhan penerima KIP Kuliah yang dinyatakan lulus melalui jalur prestasi tahun ini.
Data yang dilansir dari Edukasi menunjukkan bahwa sisa kuota sebanyak 11.050 siswa merupakan peserta yang sebelumnya bukan merupakan penerima bantuan PIP di jenjang sekolah menengah. Secara keseluruhan, peminat skema bantuan pendidikan ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemendikti Saintek, Sandro Mihradi, memerinci bahwa puluhan ribu pendaftar KIP Kuliah telah tersaring dalam seleksi jalur prestasi tersebut.
“Total ada 64.471 pendaftar KIP Kuliah yang lolos SNBP, dari sejumlah itu, 33.45 peserta yang memenuhi syarat untuk menerima KIP Kuliah, termasuk 21.995 peserta yang sebelumnya sudah menerima PIP saat SMA,” kata Sandro Mihradi, Plt.Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sandro menjelaskan bahwa status penerima PIP di jenjang dasar dan menengah merupakan modal penting karena kelompok tersebut menjadi prioritas utama dalam berbagai jalur masuk perguruan tinggi, baik SNBP, SNBT, maupun mandiri.
“Kami prioritaskan siswa penerima PIP dari desil 1 yang sangat miskin sebagai prioritas utama, desil 2 yang miskin sebagai prioritas tinggi,desil 3 yang hampir miskin sebagai prioritas menengah dan desil 4 yang rentan miskin sebagai prioritas terbatas, “ jelas Sandro.
Berdasarkan data persebaran, desil 2 mencatatkan angka tertinggi dengan 5.998 peserta, diikuti oleh desil 3 sebanyak 5.835 peserta dari total penerima PIP yang lolos seleksi tersebut.
Ketua Penanggungjawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok, menambahkan bahwa minat pendaftar bantuan pendidikan pada tahun 2026 ini melonjak drastis hingga hampir 80 ribu orang dibanding tahun lalu.
“Dari hasil penelusuran kami, sebagian besar perguruan tinggi tujuan mahasiswa penerima KIP kuliah itu di luar Jawa, yakni sebagian besar di Sumatera untuk PT Akademik dan untuk PT Vokasi, tersebar di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan sedangkan pendaftar reguler atau bukan penerima KIP Kuliah, sebagian besar menyasar perguruan tinggi di Jawa," papar Eduart.
Tercatat total pendaftar SNBP 2026 mencapai 806.000 orang yang tersebar di 146 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 287.831 orang merupakan pendaftar dengan skema bantuan KIP Kuliah.