Siswa kelas 9 SMP sederajat mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 pada Senin (6/4/2026) untuk memotret kompetensi literasi dan numerasi. Penyelenggaraan ujian berskala nasional ini dijadwalkan berlangsung hingga 16 April 2026 dengan mengujikan mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
Dilansir dari Edukasi, pelaksanaan tes tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran objektif mengenai kualitas pendidikan di tanah air. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meminta para peserta didik untuk menjaga fokus selama masa ujian berlangsung.
"Semoga kalian semua diberikan kelancaran, ketenangan, dan semangat untuk mengerjakan setiap soal dengan sebaik-baiknya dan sesuai kemampuan," kata Mu'ti dikutip dari akun Instagram resmi @litbangdikbud, Senin.
Mendikdasmen menekankan pentingnya integritas dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh pemerintah. Ia mengingatkan bahwa proses pengerjaan yang jujur mencerminkan kualitas kepribadian para siswa yang sebenarnya.
"Junjung tinggi kejujuran, karena nilai yang sesungguhnya bukan hanya pada hasil akhir tetapi pada karakter baik yang kalian tunjukkan selama berproses pelaksanaan TKA," ujar Mu'ti.
Pemerintah berharap siswa tidak merasa tertekan secara psikis dalam menghadapi evaluasi ini. Menurutnya, TKA merupakan instrumen pembelajaran yang harus disikapi dengan optimisme tanpa rasa cemas yang berlebihan.
"Memohon pertolongan pada yang maha kuasa agar kalian semua dimudahkan dalam melaksanakan TKA," ucap Mu'ti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh elemen yang membantu kelancaran teknis di lapangan. Hal ini dilakukan demi menjamin setiap anak mendapatkan akses terhadap standar pendidikan yang bermutu.
"Bersama kita wujudkan pendidikan bermutu untuk semua agar setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan belajar yang terbaik," pungkas Mu'ti.
Data pelaksanaan mencatat bahwa simulasi sebelumnya telah dilakukan, termasuk di SMK Negeri 2 Salatiga pada Oktober 2025. Saat ini, fokus utama tertuju pada pencapaian hasil akademik yang murni dari siswa tingkat menengah pertama di seluruh Indonesia.