Sjafrie Sjamsoeddin Teken Kemitraan Pertahanan Setelah Larangan Masuk AS Dicabut

Sjafrie Sjamsoeddin Teken Kemitraan Pertahanan Setelah Larangan Masuk AS Dicabut

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menandatangani Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (MDCP) di Pentagon, Amerika Serikat pada April 2026 setelah status pencekalan dirinya dicabut. Langkah tersebut menjadi babak baru hubungan pertahanan kedua negara setelah puluhan tahun prajurit pasukan khusus Indonesia dilarang memasuki wilayah Amerika Serikat.

Pencabutan masa larangan masuk tersebut diungkapkan langsung oleh Sjafrie saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR di Senayan, Jakarta pada Selasa (19/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional. Penandatanganan kerja sama strategis ini terjadi setelah adanya undangan mendadak dari otoritas pertahanan Amerika Serikat.

Sjafrie menjelaskan bahwa undangan formal untuk berkunjung ke Pentagon disampaikan langsung oleh Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth. Mantan prajurit pasukan khusus tersebut sempat merespons undangan dengan rasa sangsi karena mengetahui status hukumnya di masa lalu.

"Saya kaget juga gitu. Terus saya bilang, 'terima kasih Pak Menteri, mengundang saya, tapi saya mungkin tidak bisa pergi ke Amerika Serikat'," ujar Sjafrie.

Penolakan awal tersebut didasari oleh rekam jejak penugasan militer Sjafrie di wilayah Timor-Timur yang membuatnya masuk dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat. Pembatasan akses masuk ini juga tetap berlaku meskipun jalur diplomasi telah diupayakan pada masa pemerintahan sebelumnya.

"Jadi seluruh prajurit special forces yang pernah bertugas ke Timor-Timur itu di-banned. Dan sekarang sudah 27 tahun kami di-banned. Saya pernah waktu mendampingi kabinet Pak SBY diurus, tahu-tahu di-ban tidak boleh, atas nama pemerintah Amerika Serikat'," sambung Sjafrie.

Kebijakan penangkalan tersebut akhirnya dinyatakan berakhir secara resmi lewat komitmen baru yang disampaikan oleh pihak Pentagon. Perubahan regulasi ini membuka kesempatan bagi seluruh jajaran perwira pasukan khusus Indonesia untuk beraktivitas kembali di Amerika Serikat.

"Dia jawab, 'tidak ada lagi banned-banned-an. Semua special forces akan kita berikan kesempatan yang sama dengan yang lain.'," imbuh Sjafrie.

Artikel terkait

Rekomendasi