SMK Letris Indonesia Pamulang Pecat Kepala Sekolah Diduga Child Grooming

SMK Letris Indonesia Pamulang Pecat Kepala Sekolah Diduga Child Grooming

Pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Letris Indonesia yang berlokasi di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, resmi memberhentikan kepala sekolah berinisial AMA secara permanen pada Sabtu (16/5/2026). Langkah tegas ini diambil oleh pihak yayasan setelah mencuatnya dugaan aksi pencumbuan anak atau child grooming yang dilakukan oleh oknum tersebut terhadap siswinya sendiri, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Pemutusan hubungan kerja secara total diambil demi mengembalikan integritas serta nama baik lembaga pendidikan. Melalui pengumuman di media sosial, pengelola sekolah menyatakan langkah pemecatan ini merupakan komitmen konkret dalam menegakkan kepatuhan moral di lingkungan belajar.

"Sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga nilai-nilai pendidikan, etika, serta integritas lingkungan sekolah, per hari ini Yayasan secara resmi menetapkan bahwa yang bersangkutan tidak lagi terafiliasi dengan LETRIS secara permanen," bunyi pernyataan yayasan melalui akun Instagram resmi @letrispamulangofficial, Sabtu (16/5/2026).

Selain mengumumkan pemberhentian pelaku, manajemen yayasan juga menyampaikan permohonan maaf terbuka. Kasus hukum yang menyeret nama institusi ini diakui telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat umum serta wali murid.

"Pertama, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua siswa, siswa-siswi, serta masyarakat luas atas ketidaknyamanan dan perhatian publik yang muncul dalam beberapa waktu terakhir," bunyi keterangan tersebut.

Pihak pengelola sekolah berjanji akan memperketat pengawasan internal setelah peristiwa ini bergulir. Manajemen berkomitmen memulihkan kondisi psikologis lingkungan sekolah agar tetap aman bagi seluruh peserta didik.

"Yayasan berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan belajar yang aman, profesional, dan kondusif bagi seluruh keluarga besar LETRIS," lanjut pernyataan itu.

Di sisi lain, mantan kepala sekolah berinisial AMA memberikan respons terkait polemik yang menjerat dirinya. Ia mengklaim telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya satu hari sebelum keputusan yayasan keluar, yakni pada Jumat (15/5/2026).

"Di saat ini juga saya menegaskan, saya mengundurkan diri dari SMK Letris Indonesia 2," ucapnya dalam video tersebut.

Eks kepala sekolah tersebut menambahkan bahwa saat ini polemik tersebut sedang diselesaikan lewat jalur kekeluargaan. Penanganan persoalan tersebut diklaim mendapat perhatian dan pengawalan dari aparat penegak hukum setempat.

"Yang mungkin nanti akan dikawal oleh teman-teman dari Polres Tangerang Selatan," ucap dia mengenai proses mediasi yang ia klaim tengah berjalan.

AMA juga memberikan pembelaan bahwa tuduhan pelecehan yang beredar luas di publik tidak memiliki dasar yang benar. Dirinya berharap opini publik eksternal terkait perkara ini bisa segera mereda.

"Mudah-mudahan berita hoaks ini segera berakhir dan nantinya akan bisa mereda dan akan kembali seperti sedia kala," tambahnya.

Artikel terkait

Rekomendasi