Sopir Mobil Diamuk dan Dipukul Pria di Jalan Alternatif Cibubur

Sopir Mobil Diamuk dan Dipukul Pria di Jalan Alternatif Cibubur

Aksi keributan antar-pengemudi mobil terjadi di Jalan Alternatif Cibubur-Cileungsi, Gunungputri, Kabupaten Bogor. Peristiwa yang dipicu akibat persoalan klakson tersebut sempat viral di media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar, seorang pria di pinggir jalan tampak mengamuk dan memaki sopir yang masih duduk di kursi pengemudi. Pria tersebut juga beberapa kali mengarahkan pukulan ke arah sopir.

Tidak hanya melakukan kekerasan fisik, pria di luar mobil itu juga merusak wiper dan spion kanan kendaraan. Pelaku bahkan sempat berteriak dan mengancam akan menembak korban sebelum sopir akhirnya memutuskan pergi meninggalkan lokasi.

Dilansir dari Detik Oto, Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby Kartika Putra membenarkan adanya peristiwa tersebut. Robby menyatakan bahwa korban penganiayaan telah membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

"Iya sudah (lapor polisi). (Pelaku) Masih lidik," kata Robby ketika dimintai konfirmasi, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden perusakan dan pemukulan ini berlangsung di Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, pada Minggu (17/5) sekitar pukul 00.33 WIB. Pelaku diketahui turun dari kendaraannya seorang diri lalu langsung menyerang korban.

"Pelapor melihat pelaku turun dari kendaraannya seorang diri dan langsung melakukan penganiayaan dan perusakan. Dengan cara pelaku memukul kepada pelapor menggunakan tangan kanan mengepal sebanyak dua kali, secara kencang ke arah bibir pelapor. Kemudian (pelaku) memukul kembali ke arah rahang sebelah kanan pelapor sebanyak dua kali," kata Robby.

Amukan pelaku juga berdampak pada kerusakan fisik kendaraan yang dikemudikan oleh korban.

"Kemudian pelaku melakukan perusakan terhadap satu unit mobil yang pelapor kendarai, dengan cara memukul spion sebelah kanan sebanyak tiga kali, kemudian mematahkan wipper depan sebelah kanan, dan juga menendang pintu depan sebelah kanan sebanyak satu kali dan menendang bumper belakang mobil sebanyak satu kali," imbuhnya.

Merespons kejadian ini, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan bahwa klakson pada dasarnya berfungsi sebagai alat komunikasi antar-pengguna jalan.

Isyarat suara dari klakson bertujuan untuk memberi tahu adanya potensi bahaya atau adanya perubahan aktivitas berkendara. Melalui pemahaman fungsi ini, risiko kecelakaan di jalan raya dapat ditekan seminimal mungkin.

"Fungsi sebenarnya klakson itu untuk berkomunikasi. Berkomunikasi di sini dimaksudkan untuk memperingatkan adanya bahaya, kemudian juga saat kita mau mengubah aktivitas berkendara, seperti dari berhenti kemudian berjalan," jelas Sony belum lama ini.

Sony menegaskan pentingnya menjaga etika saat membunyikan klakson. Pengendara harus mempertimbangkan lokasi serta intensitas suara yang dihasilkan agar tidak mengganggu orang lain.

"Jadi jangan sedikit-sedikit klakson. Tapi, selama kita mau memperingatkan adanya bahaya, boleh saja kita membunyikan klakson," tambah dia.

Merujuk pada prinsip panduan berkendara aman, klakson sejatinya dipakai demi keselamatan bersama, bukan sebagai sarana meluapkan emosi. Pengemudi dilarang keras membunyikan klakson secara berlebihan, terutama dalam kondisi lalu lintas yang padat atau saat sedang terburu-buru.

4 Situasi Tepat Menggunakan Klakson

Klakson kendaraan dapat digunakan secara bijak pada beberapa situasi spesifik berikut demi menjaga keamanan:

1. Menjaga Jarak Aman dari Pengemudi Lain. Klakson berfungsi sebagai isyarat darurat jika ada pengendara lain yang memotong jalur secara berbahaya, sehingga benturan bisa dihindari.

2. Memasuki Area Titik Buta (Blind Spot). Membunyikan klakson sangat disarankan saat melewati tikungan tajam atau area jalan yang terhalang objek guna memberi tanda bagi kendaraan dari arah berlawanan.

3. Menyalip Kendaraan Lain. Suara klakson dapat menjadi isyarat saat ingin mendahului mobil di depan, namun tidak boleh dibunyikan terus-menerus agar tidak memancing emosi pengguna jalan lain.

4. Memberi Peringatan kepada Pejalan Kaki. Jika ada pejalan kaki yang menghalangi jalur atau terlalu dekat dengan mobil, klakson boleh ditekan sekali dengan nada singkat dan pelan agar tidak menimbulkan efek intimidasi.

Artikel terkait

Rekomendasi