Seorang sopir ekspedisi jenama pakaian dalam SKIMS ditangkap oleh petugas Bea Cukai di Essex karena menyelundupkan kokain senilai £7,2 juta atau sekitar Rp 170 miliar, dilansir dari Wolipop.
Pria bernama Jakub Jan Konkel tersebut ditangkap pada bulan September lalu saat tiba menggunakan feri dari Belanda, membawa puluhan paket narkotika Kelas A yang disembunyikan di dalam kendaraan pengangkut.
Penyelundupan terdeteksi setelah petugas melakukan rontgen terhadap truk yang membawa 28 palet produk SKIMS milik selebritas Kim Kardashian, meskipun awalnya muatan itu dinyatakan sah secara administratif.
Petrus berwenang menemukan modifikasi pada pintu belakang trailer yang digunakan untuk menyembunyikan 90 paket kokain dengan berat masing-masing satu kilogram.
Warga negara Polandia berusia 40 tahun tersebut akhirnya mengaku bersalah atas dakwaan penyelundupan narkoba setelah sempat melayangkan bantahan kepada pihak kepolisian.
Konkel menerima vonis hukuman penjara selama tiga tahun enam bulan dan mengaku bersedia melakukan aksi ilegal tersebut demi mendapatkan imbalan uang sebesar €4.500 atau sekitar Rp 92 juta.
Pihak National Crime Agency (NCA) menyatakan bahwa jaringan kejahatan terorganisir kerap memanfaatkan pengemudi ekspedisi untuk mengangkut barang haram melalui muatan yang tampak legal.
"Kelompok kejahatan terorganisir menggunakan pengemudi seperti Konkel untuk mengangkut narkoba Kelas A, yang sering disembunyikan dalam muatan yang sepenuhnya sah seperti ini," kata manajer operasi NCA, Paul Orchard, dalam siaran pers.
Penyitaan ini berdampak signifikan pada operasional kelompok kriminal karena hilangnya pasokan narkotika dalam jumlah besar beserta aktor pendukungnya.
"Deteksi dan investigasi telah menyita sejumlah besar kokain yang keuntungannya hilang bagi kelompok kejahatan di balik upaya penyelundupan tersebut, dan dengan Konkel, mereka telah kehilangan seorang pendukung penting," kata Paul Orchard.
Nama pebisnis Kim Kardashian kembali dikaitkan dengan peredaran narkoba akibat kasus ini, meskipun dirinya pribadi dikabarkan sama sekali tidak mengetahui adanya aktivitas penyelundupan tersebut.
Keterkaitan nama sang selebritas juga dipicu oleh pengakuannya di masa lalu yang sempat mengonsumsi ekstasi saat melangsungkan pernikahan pertamanya dan ketika membuat video syur.
"Aku menikah saat menggunakan ekstasi. Yang pertama kali. Aku pakai ekstasi pertama kali lalu aku menikah, aku melakukannya lagi lalu aku membuat sex tape, hal yang buruk terjadi," ujar Kim Kardashian dalam salah satu episode 'Keeping Up with The Kardashians'.
Pihak manajemen SKIMS langsung mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah keterlibatan perusahaan maupun staf internal mereka dalam jaringan penyelundupan narkoba internasional ini.
"SKIMS mengetahui berita terbaru yang melibatkan pengiriman produk kami. Kami ingin menegaskan dengan jelas: SKIMS sama sekali tidak mengetahui aktivitas kriminal ini. Kami tidak memiliki hubungan apa pun dengan operasi penyelundupan, pengemudi, atau truk tersebut," kata perwakilan SKIMS kepada TMZ.