Keir Starmer Tolak Mundur di Tengah Gejolak Kabinet Inggris

Keir Starmer Tolak Mundur di Tengah Gejolak Kabinet Inggris

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan kepada kabinetnya pada Selasa bahwa ia akan tetap menjabat dan menolak tuntutan untuk mundur meskipun menghadapi gelombang pengunduran diri menteri. Starmer menyatakan bahwa ambang batas untuk tantangan kepemimpinan belum terpenuhi sehingga ia akan terus melanjutkan roda pemerintahan.

Sikap keras ini muncul setelah lebih dari 80 anggota parlemen mendesaknya untuk meletakkan jabatan menyusul hasil pemilihan umum yang buruk. Dalam pertemuan kabinet tersebut, Starmer dilaporkan langsung mengalihkan pembicaraan ke isu Timur Tengah tanpa memberikan kesempatan bagi menteri yang kritis untuk memberikan tanggapan langsung.

Pemimpin Inggris tersebut secara khusus menyoroti dampak ekonomi dari ketidakstabilan politik yang sedang terjadi di internal Partai Buruh.

"The past 48 hours have been destabilising for government and that has a real economic cost for our country and for families. The Labour party has a process for challenging a leader and that has not been triggered." ujar Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Starmer menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjalankan mandat yang diberikan oleh rakyat dalam mengelola negara.

"The country expects us to get on with governing. That is what I am doing and what we must do as a cabinet." kata Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Krisis ini semakin dalam setelah Menteri Kantor Dalam Negeri Jess Phillips mengundurkan diri tak lama setelah rapat kabinet berakhir. Phillips menilai Starmer gagal memanfaatkan peluang perubahan yang diharapkan oleh publik Inggris.

"I want a Labour government to work and I will strive as I always have for its success and popularity, but I’m not seeing the change I think I, and the country expect, and so cannot continue to serve as a minister under the current leadership," tulis Jess Phillips, Mantan Menteri Kantor Dalam Negeri.

Menteri Komunitas Miatta Fahnbulleh juga memutuskan untuk meninggalkan posisinya pada Selasa pagi. Ia mendesak adanya transisi kepemimpinan yang lebih teratur demi kepentingan partai dan negara.

"urge the prime minister to do the right thing for the country and the party and set a timetable for an orderly transition" kata Miatta Fahnbulleh, Mantan Menteri Komunitas.

Sekretaris Teknologi Liz Kendall memberikan pembelaan publik terhadap Starmer dengan menekankan fokus pemerintah pada isu-isu krusial seperti ekonomi dan biaya hidup.

"The prime minister talked about the challenges we faced as a country, the crisis in the Middle East and the impact on the cost of living here. This government will do what we were elected to do, which is serve the British people. The prime minister has my full support in this." ujar Liz Kendall, Sekretaris Teknologi.

Kendall juga mengingatkan bahwa hingga saat ini belum ada anggota partai yang secara resmi memicu mekanisme tantangan kepemimpinan.

"Let me just say this: there is a process to challenge the leader, nobody has made that challenge and what people would expect me to do is to focus on how we can grow the economy, tackle the cost of living and give them a better life." kata Liz Kendall, Sekretaris Teknologi.

Kritik tajam juga datang dari Darren Jones yang memperingatkan para pesaing Starmer bahwa posisi perdana menteri bukanlah tugas yang mudah untuk diselesaikan secara instan.

"Anybody who thinks that they can just walk into the job of prime minister and, like the second coming of the Messiah, fix all of our problems probably hasn’t really thought carefully enough about how difficult it is," kata Darren Jones, Kepala Sekretaris Starmer.

Di sisi lain, beberapa menteri kabinet meluapkan kemarahan mereka terhadap Menteri Kesehatan Wes Streeting yang dianggap mencoba menggoyahkan kepemimpinan Starmer dari dalam.

"Wes has got a brass neck," ujar salah satu menteri yang tidak disebutkan namanya.

Narasi persatuan juga didorong oleh Sekretaris Pertahanan John Healey yang menyatakan bahwa instabilitas lebih lanjut hanya akan merugikan kepentingan nasional Inggris di tengah krisis global.

"People are worried about current conflicts and looming global crises. They expect their government to lead the country through, as the PM is doing." tulis John Healey, Sekretaris Pertahanan.

Healey menegaskan bahwa kabinet harus tetap solid menghadapi tantangan keamanan dan ekonomi yang mendesak.

"More instability is not in Britain’s interest. Our full focus now must be on dealing with immediate economic and security challenges." kata John Healey, Sekretaris Pertahanan.

Sekretaris Bisnis Peter Kyle mengonfirmasi bahwa rapat kabinet berjalan dengan tujuan yang jelas tanpa ada gerakan formal untuk mengganti pemimpin.

"We had a very purposeful cabinet meeting talking about the big issues facing our economy and society. Nothing has been triggered." kata Peter Kyle, Sekretaris Bisnis.

Meskipun ada dukungan dari sejumlah menteri senior, ketegangan tetap tinggi karena Starmer menolak bertemu secara pribadi dengan beberapa menteri yang meragukan posisinya sebelum dan sesudah rapat kabinet.

Artikel terkait

Rekomendasi