Pertamina Jamin Stok BBM Kalimantan Tengah Aman Capai Jutaan Liter

Pertamina Jamin Stok BBM Kalimantan Tengah Aman Capai Jutaan Liter

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak di Provinsi Kalimantan Tengah dalam kondisi mencukupi guna mengatasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU pada Sabtu, 10 Mei 2026.

Data operasional menunjukkan persediaan Pertamax di wilayah tersebut berada pada angka 1.172.000 liter, sementara stok Pertalite tercatat lebih dari 3.300.000 liter. Upaya penguatan distribusi dilakukan melalui optimalisasi terminal BBM dan armada pengangkut.

Executive General Manager Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Isfahani, memerinci bahwa ketahanan pasokan juga mencakup jenis Biosolar yang tersedia hingga jutaan unit volume.

"Pertamax hari ini tersedia 1.172.000 liter, kemudian Pertalite tersedia lebih dari 3.300.000 liter," jelas Isfahani.

Pihak manajemen menyatakan telah menyiapkan skema pengiriman kargo yang terencana untuk menjaga stabilitas cadangan energi di wilayah tersebut.

"Biosolar juga tersedia hingga 2.179.000 kiloliter dengan cakupan minimal hingga 11 hari," lanjut Isfahani.

Isfahani menambahkan bahwa simulasi pengiriman telah disiapkan untuk memastikan kekuatan cakupan stok di lapangan.

"Artinya ini cakupan ini sangat kuat untuk kita amankan dan simulasi untuk pengiriman kargo itu sudah terencana," jelas Isfahani.

Strategi penanganan antrean panjang di Palangka Raya mencakup pengoperasian SPBU selama 24 jam serta penambahan armada tangki sebesar 54 persen untuk mempercepat pendistribusian dari terminal pendukung.

"Saat ini ditopang oleh terminal BBM di Pulau Pisau dan juga mendapatkan dukungan secara RAE atau Regular Alternative Emergency melalui Terminal BBM di Banjarmasin. Kami menambahkan juga untuk penguatan tersebut adalah 54 persen mobil tangki yang kita siapkan, siagakan untuk mendukung pendistribusian BBM," tegas Isfahani.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, meminta warga untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan demi kelancaran distribusi.

"Masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying) serta melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku agar distribusi dapat berjalan lebih lancar dan merata," imbau Edi Mangun.

Sementara itu, Sales Branch Manager 5 Pertamina Patra Niaga Kalteng, Bagas Wahyu Wicaksono, membantah adanya isu pembatasan pasokan yang sempat beredar di tengah masyarakat.

"Dari kami tidak ada pembatasan BBM. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan melakukan panic buying," ucap Bagas.

Pihak Pertamina juga membuka peluang untuk menambah durasi operasional di titik-titik pengisian bahan bakar jika diperlukan.

"Jika dibutuhkan, kami akan memperpanjang jam operasional SPBU untuk mengurai antrian masyarakat," kata Bagas.

Di sisi lain, Satpol PP Kota Palangka Raya melakukan tindakan tegas terhadap dugaan praktik pelangsir dengan mengamankan kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya di SPBU Jalan S. Parman pada Kamis, 7 Mei 2026.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya, Berlianto, mengungkapkan temuan selang dan jeriken di dalam mobil tak bertuan tersebut.

"Dugaan sementara pelangsir. Makanya kami amankan dulu mobilnya ke Dinas Pehubungan Kota Palangka Raya sambil dicari siapa pemilik mobil ini," kata Berlianto.

Selain kendaraan di SPBU, petugas menemukan sejumlah jeriken di saluran air Jalan Kapuas serta mendeteksi adanya indikasi penyalahgunaan kode batang (barcode) Pertalite yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

"Dugaanya, barcode tidak sesuai dengan kendaraan yang digunakan," ucap Berlianto.

Artikel terkait

Rekomendasi