Jet Tempur Su-35 Rusia Laporkan Tembak Jatuh F-16 Ukraina di Sumy

Jet Tempur Su-35 Rusia Laporkan Tembak Jatuh F-16 Ukraina di Sumy

Kawasan udara Sumy menjadi saksi jatuhnya satu unit jet tempur F-16AM Ukraina setelah dihantam rudal jarak jauh dari jet tempur Sukhoi Su-35S milik Rusia dalam duel udara pada Jumat, 15 Mei 2026.

Peristiwa yang menandai sejarah rontoknya pesawat buatan Amerika Serikat untuk pertama kali dalam duel udara langsung ini dilansir dari Military Watch Magazine dan laporan lokal melalui rekaman kanal pemantau militer Ukraina. Serangan maut tersebut diduga memanfaatkan keunggulan teknologi beyond visual range lewat peluncuran rudal udara-ke-udara berpemandu radar jenis R-77 atau R-37M.

Kondisi armada F-16 Ukraina dinilai kurang diuntungkan karena merupakan unit tangan kedua pasokan sisa stok lama negara-negara Eropa yang belum dimodernisasi penuh ke standar abad ke-21 untuk menyamai jet mutakhir Rusia. Selain ketimpangan spesifikasi pesawat ringan bermesin tunggal melawan jet berat bermesin ganda, Intelligence Online asal Perancis melaporkan bahwa Ukraina terpaksa mengerahkan satu skadron pilot veteran dari Angkatan Udara AS dan Belanda akibat minimnya penerbang lokal yang terlatih.

Terkait spekulasi runtuhnya jet kiriman Barat tersebut, akun Global Surveillance ikut memantau pergerakan militer ini lewat unggahan di media sosial.

"RUSSIAN Su-35 Downed UKRAINIAN F-16 Over Sumy Region- Reports. Russian sources report that a Ukrainian F-16 was “highly likely” downed by a Russian Su-35 fighter in the Sumy region claiming it would be the first Su-35 air-to-air kill of an F-16 if true" tulis akun Global Surveillance.

Selain itu, akun intelijen terbuka OSINTWarfare memberikan konfirmasi senada mengenai jalannya pertempuran udara jarak jauh yang terekam tersebut meskipun hasil akhirnya belum diumumkan secara resmi oleh kedua belah pihak.

"Russian sources claim that a Russian Aerospace Forces (VKS) Su-35S shot down a Ukrainian F-16AM Fighting Falcon using an R-37/77 air-to-air missile. The missile launch was recorded by Ukrainian monitoring channels; however, the outcome of the engagement remains unconfirmed." kata akun OSINTWarfare.

Pihak militer Ukraina sebenarnya telah menyadari keterbatasan operasional armada mereka sejak awal ketika harus berhadapan langsung dengan keunggulan sensor, radar ekstra, serta jangkauan tembak pesawat modern Rusia tanpa adanya sokongan ekosistem militer yang lengkap seperti sistem pertahanan udara dan perangkat peperangan elektronik.

"Rusia saat ini memiliki jet tempur yang dapat melihat lebih jauh dan rudal yang dapat terbang lebih jauh, bahkan jika dibandingkan dengan F-16 sekalipun, ditambah dengan payung pertahanan udara darat Rusia yang sangat kuat yang bekerja bahu-membahu dengan armada penerbangan mereka." kata Yuri Ignat, Mantan Juru Bicara Angkatan Udara Ukraina.

Guna menghindari dominasi sistem penguncian rudal dari patroli udara Su-35, Su-57, dan MiG-31, militer Ukraina kini dilaporkan mengubah taktik defensif dengan menerapkan pola penerbangan sangat rendah memanfaatkan kontur bumi.

"armada F-16 and Mirage 2000 Ukraina telah dipaksa beroperasi secara eksklusif di ketinggian minimal dan berada di ruang udara yang sangat jauh di belakang garis depan demi menghindari target buruan jet tempur Rusia, di mana ia menunjuk peran vital Su-35S secara spesifik." ujar Sergey Chemezov, CEO Rostec Rusia.

Pihak produsen pertahanan Rusia menambahkan bahwa kombinasi teknologi radar jarak jauh dan rudal pada jet Su-35S terbukti sukses memaksa pesawat musuh merayap di ketinggian minimal dan menjauh dari garis depan konflik.

Artikel terkait

Rekomendasi